My Mom is Amazing

My Mom is Amazing

Hari masih gelap, namun sudah terdengar suara kicau burung bersahutan, seperti hendak memberi tanda kalau hari ini akan menjadi hari yang indah. Meskipun hari masih gelap, sudah banyak orang berlalu-lalang, memulai kegiatan di hari yang cerah ini.

“Ozi, bangun, Sayang. Ayo bangun, kita solat berjama’ah.”

Terdengar suara samar, suara yang sangat lembut. Seorang anak yang dipanggil Ozi itu mulai mengerjapkan matanya. Terasa sentuhan lembut di kepalanya. Perlahan, Ozi membuka matanya, dan terlihat sesosok wanita cantik sedang tersenyum di hadapannya. Ibunya. Ozi pun bangun dengan semangat.

“Ayo, jangan lupa do’a bangun tidurnya,” wanita itu mengingatkan Ozi yang hampir saja lupa membaca do’a. Bergandengan ibu dan anak itu menuju ke kamar mandi, mengambil air wudhu. Setelah solat subuh berjama’ah, Ozi mandi pagi. Murid kelas dua SD itu sudah terbiasa mandi sendiri sejak umur lima tahun.

Setelah selesai mandi, Ozi memakai baju seragamnya sendiri. Semua dia lakukan dengan tersenyum, karena dia tahu, sebentar lagi ibunya akan masuk ke kamarnya sambil membawa susu hangat kesukaannya.

“Sayang, waktunya minum susu,” ucap ibunya seraya membuka pintu kamarnya.

“Asik! Makasih ya, Ma,” Ucap Ozi sambil memeluk ibunya. Ozi pun meminum susu itu sampai habis tak tersisa sambil duduk di tempat tidurnya. Setelah itu dipandanginya wanita yang sedang duduk di sampingnya.

“Ma, Ozi sayang banget sama Mama. Ozi seneng bisa punya Mama,” ucap anak berusia tujuh tahun itu dengan polos. Mata ibunya pun berkaca-kaca mendengar perkataan buah hatinya.

“Iya, Sayang. Mama juga senang bisa punya anak baik seperti Ozi. Mama juga sayang Ozi. Sayang banget,” ucap sang ibu sambil memeluk anaknya. “Sekarang Ozi berangkat sekolah ya. Yuk, mama antar.”

Perjalanan ke sekolah tak pernah membosankan untuk Ozi, karena selalu ada mama di sampingnya. Mama yang akan mengantarnya ke sekolah sambil bercerita di sepanjang perjalanan. Dan cerita mama biasanya bersambung, yang akan dilanjutkannya saat berangkat sekolah esok hari. Hal itu yang membuat Ozi semangat untuk berangkat ke sekolah, ingin mendengar lanjutan cerita dari sang mama.

“Ozi sekolah dulu ya, Ma,” ucap Ozi di gerbang sekolah. Tak lupa ia mencium tangan ibunya dan mengucap salam. Setelah melambaikan tangan beberapa saat kepada bunda tersayang, Ozi pun sudah siap untuk belajar hari ini.

***

Bel tanda sekolah berakhir telah berbunyi. Waktu yang selalu ditunggu-tunggu Ozi telah tiba. Segera dia bereskan buku-buku pelajarannya, dan bersiap untuk pulang. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan ibunya. Ajakan teman-temannya untuk bermain sepulang sekolah dia abaikan. Yang ada di pikirannya saat ini hanya senyuman dan pelukan hangat sang bunda. Terbayang juga masakan ibunya yang sangat enak.

“Assalamu’alaikum. Mama, Ozi pulang!” ucap Ozi seraya membuka pintu rumah. Segera dia berlari menuju satu tujuan, dapur. Tebakannya tepat, ibunya sedang memasak makan siang kesukaannya. Sang ibu pun menghentikan pekerjaannya sejenak untuk menyambut Ozi. Dipeluk dan diciuminya buah hatinya itu. Seakan telah mengalami perpisahan yang amat lama.

Setelah solat dan ganti baju, Ozi makan siang dengan mamanya. Dengan sangat semangat, Ozi menceritakan segala pengalamannya di sekolah. Sang ibu terlihat sangat antusias mendengar cerita itu. Senyum pun tak pernah hilang dari bibirnya. Sesekali tawa memenuhi ruangan itu. Pemandangan yang amat membuat iri orang yang melihat.

Tak terasa hari mulai sore. Ibu dan anak itu terlihat sedang menyiram tanaman bersama. Ibunya Ozi sangat menyukai tanaman. Ozi pun mengikuti jejak ibunya, menyukai tanaman. Sesekali mereka bercanda sambil bermain air. Kadang Ozi suka menyembunyikan pupuk yang akan digunakan ibunya. Setelah ibunya pusing mencari pupuk itu, baru Ozi memberikan pupuk itu dengan wajah innocent. Sang ibu pun akan pura-pura marah dan mengejar Ozi yang sudah berlari terlebih dulu.

***

Ketika hari mulai beranjak malam, sang ibu akan menemani Ozi tidur sambil membacakannya cerita. Banyak sekali cerita yang telah dibacakan ibu untuk Ozi. Kadang ibu membuat cerita karangannya sendiri. Semua cerita sa
ng ibu selalu menunjukkan bahwa anak baik akan senantiasa disayang oleh Allah dan kedua orang tuanya. Ozi sangat menyukai cerita-cerita ibunya. Hampir seluruh cerita yang pernah diceritakan ibunya dia ingat.

Seperti kali ini, sang ibu sedang bercerita sebuang dongeng. Beliau sedang bercerita tentang seorang gadis yang baik hati, yang kemudian menjadi seorang putri yang baik hati. Ozi mendengarkan cerita itu dengan seksama di balik selimutnya. Dalam imajinasi kanak-kanaknya, terbayang seorang gadis kecil cantik memakai mahkota. Tapi wajah gadis itu mirip sekali dengan wajah ibunya. Semua tokoh wanita baik hati dalam cerita ibunya memang selalu memiliki wajah mirip ibunya di dalam bayangan Ozi. Semua itu cerminan perasaan Ozi yang sangat menyayangi ibunya.

Setelah cerita selesai, Ozi berdo’a bersama ibunya. Sang ibu pun mencium kening Ozi dan beranjak keluar kamar. Namun Ozi menarik tangan ibunya, “Mama di sini aja ya? Ozi mau tidur sama mama. Boleh kan?” pinta Ozi.

“Ya, Sayang, boleh,” ucap sang ibu sambil mengelus rambut Ozi. Akhirnya sang ibu pun tidur di samping Ozi.

Saat semua sudah terlelap, ada sepasang mata yang masih terbuka. Ozi masih belum tidur. Perlahan dia bangun dan mengecup pipi ibunya yang sudah terlelap. Setelah itu Ozi mengangkat kedua tangannya, hendak berdo’a.

“Ya Allah, terima kasih ya, Engkau sudah memberi Ozi mama yang baik. Jaga mama selalu ya, Ya Allah. Amin.”

***

Pagi ini terasa berbeda. Terasa lebih dingin dan lebih suram. Ozi perlahan membuka matanya. Langsung dicarinya sosok ibu yang begitu dicintainya. Namun sosok itu sudah tak ada di sampingnya. Dipanggil-panggilnya sosok itu, namun tak ada jawaban. Diperhatikannya keadaan sekeliling. Semua terasa berbeda. Di kamar ini terdapat banyak tempat tidur dan di setiap tempat tidur ada anak kecil seusia dirinya.

Akhirnya Ozi sadar, itu semua hanya mimpi. Dia hanya seorang anak yatim piatu yang sakarang berada di panti asuhan. Anak-anak di kamar ini adalah teman-temannya, yang bernasib tak jauh beda dengan dirinya. Mata Ozi pun mulai berkaca-kaca. Mimpinya semalam sangat indah, sampai dia mengira itu nyata. Ozi, yang masih berusia tujuh tahun itu, tak pernah melihat kedua orang tuanya. Bahkah ia tak yakin apakah dia memiliki orang tua. Pikiran kanak-kanaknya yang masih polos sering bertanya-tanya, apa aku punya orang tua? Seperti apa rasa punya orang tua itu? Pasti sangat menyenangkan. Ya, seperti yang diimpikannya semalam.

Dihapusnya air mata yang mulai menetes. Dia teringat perkataan Bunda Herni, ibu pemilik panti ini, kalau do’a anak baik akan dikabulkan Allah. Maka, segera dia angkat kedua tangannya dan berdo’a dengan khusuk.

“Ya Allah, Ozi pengen punya ibu. Bisakah Engkau memberi satu buat Ozi? Ozi janji, Ozi akan selalu bikin ibu tersenyum. Ozi nggak akan nakal, Ya Allah. Kabulkan do’a Ozi ya. Amin.”

***

Depok, 26 Juli 2008

Inspired by Zain Bhikha’s song: “My Mom is Amazing”

Wrote by: Jauza Al Khansa

For my lovely Mom,,,

Thank you for being my amazing Mother

I love you…

2 thoughts on “My Mom is Amazing

Thanks for your reply.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s