Kepada Ikhwan Penguasa Kampus

Kata orang, negeri kami banyak ragam dan toleran
Tapi mengapa kami tak bisa bersatu

Kami dilabelkan Cowo
Anda menyebut diri Ikhwan

Kami berkreasi,
Anda bilang kami bermaksiat

Kami dibilang tidak menjaga pandangan
Anda berebut memetakan akhwat untuk diperistri

Kami mengkritik,
Anda bilang kami memfitnah dan Su’udzon

Kami dibilang apolitis,
Anda bergerak sistematis berkuasa tujuh turunan di Kampus

Kami berkaos oblong
Anda berjaket, bercelana dan bersepatu gunung, serta bertas tebal siap perang walau matahari di ubun-ubun

Kami bergaul di kantin
Anda di Mushola seakan sudah memegang tiket surga

Kami urungkan berdebat dengan Anda
Anda sudah siap ayat-ayat dengan tafsir bermacam-macam

Sekali kami berdebat,
Anda selalu sinis terhadap pendapat kami seakan kami kafir

Anda berkuasa di kampus atas mandat kami mahasiswa,
Tapi Anda hanya takut pada kekuasaan LDK (Lembaga Dakwah Kampus)

Anda bilang kampus bukan ajang politik,
Seakan tidak ada yang tahu kalau Anda juga simpatisan partai politik

Bila ini terus berlangsung,
Kita tidak akan pernah nyambung

Lebih baik kita cari solusi membangun negeri
Tanpa curiga saya cowo, Anda Ikhwan

Mari bangun negeri ini,
Tanpa selalu curiga

Siapa yang mau memulai,
Anda atau kami

(sumber: anakui.com)

Setelah baca artikel ini, yg di-post sama salah satu temen di facebook,
jadi ngerasa ada yang beda…
Serasa ada jurang di antara golongan yang berlabel “ikhwan” dan berlabel “cowok”..
Padahal kan harusnya nggak gitu…
Entah harus mulai dari mana meluruskan ini…
Yang jelas, selama masih ada rasa saling curiga, nggak akan pernah nyambung antara dua golongan itu…

7 thoughts on “Kepada Ikhwan Penguasa Kampus

  1. Kok rasanya aku paham ya perasaan yang tertulis di situ?Jujur, mungkin aku juga termasuk yang antipati sama golongan yang menyebut diri mereka ikhwan, Na. Dan akhwat. Sama ajaAbis kesannya sok eksklusifUntung Ina ga kayak gitu ya, hehehe… Jadi kita masih bisa nyambung

  2. ka wangi:nah, justru itu..ina jg ngerasain hal yg ky gini..makanya pas baca tulisan ini, langsung kerasa ‘deg’..ada yg nancep gt..emang udah saatnya saling terbuka kali y..kalo ada k0munikasi yg baik pasti ga begini..karena qt jd bisa saling mengerti..apalagi udah dket m0men sensitif ky skr, ka..

  3. @jsattaubah:y, saya pikir jg bgtu..tp wktu saya tny sm seorang ikhwah, beliau blg:ikhwan itu bd sm cowo, Na..ikhwan itu uda ngaji, ngerti agama..kalo uda ada paradigma seperti itu, wajar aja kalo mereka jd merasa berbeda atau ‘dibedakan’..

Thanks for your reply.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s