[FF] Kue untuk Ayah

Lapangan sekolah dasar itu ramai karena bel pulang belum lama berbunyi. Tukang jajanan di sekitar sekolah pun banyak dikerumuni anak sekolah. Terlihat seorang gadis kecil berperawakan kelas satu SD berjalan ke pojok taman sekolah sambil membawa sebuah bungkusan kue pancong yang masih panas. Mata beningnya memancarkan sinar harapan, disertai senyum manis yang terkembang.

***

Lelaki itu mengendarai motor dengan kecepatan sedang. Namun malang tak dapat ditolak. Tiba-tiba sebuah motor menyalib dari arah kirinya, membuatnya kehilangan kendali dan refleks membanting stir ke kanan. Tabrakan pun tak terelakkan. Tubuhnya terlempar beberapa meter dari bahu jalan. Badannya tergeletak dengan posisi yang tidak wajar. Darah segar mengalir dari pelipis dan telinganya. Tak ada sakit yang terasa, hanya saja pikiran itu membuatnya menitikkan air mata.

***

Beberapa puluh menit berlalu. Kini lapangan sekolah itu sudah lengang. Namun di pojok taman sekolah, gadis kecil bermata bening itu masih menunggu. Mata beningnya mulai berkaca-kaca. Didekapnya bungkusan kue pancong yang sudah dingin itu, berharap dekapannya dapat membuat kue itu hangat kembali. Dia tidak ingin memberikan kue yang sudah dingin kepada ayahnya. Namun orang yang sangat disayanginya itu belum juga datang. Dan gadis kecil itu tidak tahu, kalau sang ayah tidak akan menjemputnya hari itu. Tidak juga hari-hari berikutnya.


Dibuat untuk mengikuti lomba FF di sini.

6 thoughts on “[FF] Kue untuk Ayah

Thanks for your reply.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s