Bintang Jatuh

Ada yang pernah dengar perkataan, “kalau ada bintang jatuh, buatlah permohonan,”? Sesuai dengan prinsip yang saya anut, saya sangat tidak memercayai kata-kata ini. Kenapa berdoa hanya pada saat melihat bintang jatuh? Apa tidak dikabulkan kalau berdoa bukan pada saat bintang jatuh? Atau, apa permohonan pada saat bintang jatuh akan selalu dikabulkan? Kalau tidak pernah melihat bintang jatuh, apakah berarti orang tersebut tidak pernah berdoa? Tidak dikabulkan doanya?

Tapi, setelah dipikir-pikir, ada sesuatu yang bisa disimpulkan dari kalimat ini. Kalau ada bintang jatuh, buatlah permohonan. Mengapa kita membuat permohonan pada saat bintang “jatuh”? Menurut saya, itu hanya sebuah pesan. Pada saat kita “jatuh”, kita tetap bisa membuat sebuah permohonan, sebuah doa. Karena, permohonan dan doa itulah yang bisa menjadi harapan dan membuat kita tetap kuat bertahan di saat kita “jatuh”.

Inspired by Daddy–Long–Leg

2 thoughts on “Bintang Jatuh

  1. Saya hanya ingin menjawab lelaku aneh ini (berdoa memohon pada si bintang jatuh) dari kacamata seorang Muslim yang tidak diperbolehkan menyembah apapun selain Nya ataupun mengikuti suatu adat, lelaku, bahkan budaya yang telah dianggap lumrah sekalipun, jika kita tidak mengetahui asal-asul atau dalil kuat yang membolehkan kita untuk melakukannya. “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Israa’ [17] : 36).

    an sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya). Dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk. Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (QS. Al Hijr [15] : 16-18).

    berikut penjelasannya :
    http://musyafucino.wordpress.com/2010/03/06/bintang-jatuh/

    • Iya, saya sangat setuju kalau kita memang tidak boleh menyembah selainNya, tidak boleh meminta kepada selainNya.
      Tulisan ini pun sebenarnya bukan untuk membenarkan orang-orang yang “meminta” kepada bintang jatuh. Saya hanya menyoroti bagian, “kenapa harus meminta pada saat ‘jatuh'”.

      Terima kasih banyak atas informasi dan penjelasannya.. :)

Leave a Reply to Ina Chan Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s