Bunda, I Love You

Nemu sebuah artikel bagus, mudah-mudahan bermanfaat.. ^_^


Bila Ibu Boleh Memilih

Anakku…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar
karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu
Karena dalam mengandungmu
Ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak…
Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak
karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa
tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata

Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi
caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari
jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia

Saat itulah…
Saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan
hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,
atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu
dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

***

Ummi, tahun ini, sama seperti tahun-tahun sebelumnya

Aku tak bisa memberimu apa-apa

Aku tahu, engkau tak pernah mengharap apa-apa dariku

Cintamu begitu tulus, walau sering kumelukai hatimu

Perjuanganmu luar biasa dalam membesarkanku

Semua tak kan pernah terganti

Walau segunung emas kuberikan padamu

Maaf, selama ini lebih banyak kesedihan yang kuberikan untukmu

Hanya janji dalam hati

Yang bisa kupersembahkan untukmu:

Tak kan kubiarkan usahamu selama ini sia-sia

Karena aku tahu, kau sangat mencintaiku

Kau adalah gemerlap bintang di langit malam

Bukan! Kau lebih dari itu
Kau adalah pendar rembulan di angkasa sana
Bukan! Kau lebih dari itu
Kau adalah benderang matahari di tiap waktu
Bukan! Kau lebih dari itu
Kau adalah Sinops
is semesta

Itu saja.

***

Selamat hari ibu, Ummi..

I love you… Always.. ^__^