Allah Lebih Mencintaimu, Kak..

Innalillahi wa innailaihi roji’un.. Pagi ini jam 07.40 sahabat ina, Amalia Imaniar Al Waasi menghembuskan napasnya yang terakhir di ruang ICU RSCM, setelah dirawat di ICU selama kurang lebih 12 hari.. Beliau kemudian disolatkan setelah solat jum’at dan langsung dimakamkan di pemakaman umum ga jauh dari rumahnya..

Terlalu banyak kenangan telah mewarnai persahabatan kami, walapun keakraban ini baru terjalin saat masuk kuliah. Ka Amal adalah seorang sahabat yang baik, pendengar yang baik.. Ga pernah ngeluh walaupun suka jadi “tong sampah” keluh kesah ina selama ini. Merelakan kamarnya (bahkan kasurnya) dibagi kalo ina lagi nginep di kosannya..

Masih inget sms terakhir Ka Amal buat ina, tanggal 5 April 2011. Beliau, di tengah rasa sakitnya, masih menyempatkan mendoakan ina lewat smsnya. Malah beliau minta maaf karena doanya telat 1 hari. Sesungguhnya ga pernah ada kata terlambat untuk mendoakan seseorang, Kak. Tapi beliau tetap merasa bersalah, walaupun keterlambatan itu disebabkan oleh kondisinya yang kurang sehat.

Sekarang kalau ingat hal itu pasti mata ina langsung berkaca-kaca. Di saat teman-teman ina melupakan hari itu (ina pun ga berharap mereka mengingatnya), beliau masih ingat di sela-sela rasa sakitnya. Ina jadi merasa bersalah, karena selama ini terasa belum optimal mendoakan beliau. :'(

Setiap yang bernyawa pasti mati. Semua ini milik Allah, kepada-Nya juga semuanya kembali. Kami di sini sangat mencintaimu, Ka Amal. Tapi Allah jauuuh lebih mencintaimu. Semoga Ka Amal mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya, dilapangkan kuburnya, diterima amal ibadahnya. Semoga sakit yang kau rasakan selama ini adalah penggugur dosa, sehingga kini kau siap untuk menghadap-Nya dengan keadaan yang terbaik. Semoga keluarga yang kau tinggalkan pun mendapat kekuatan dan kesabaran dari Allah subhanahu wata’ala. Aamiin..

Kami mencintaimu, Ka.. Selalu..