Tanya Kenapa (Kenapa Tanya)

Seorang “pejabat tinggi” di tempat ina turlap lewat ke meja ina dan bertanya,
“Rina, gimana jadinya penelitian kamu? Masih bisa tanpa data itu?”

Dalam hati:
Masih inget saya penelitian di sini, Pak?? Kirain udah lupa, secara udah 2 minggu berlalu dari insiden penolakan itu..

Thanks for your attention, Sir.. I believe I still can survive without that data, and I will prove it..

Kantong Ajaib

Alhamdulillah, udah jalan 4 minggu ina ambil data di sebuah perusahaan otomotif yang cukup besar di Bekasi. Selama ina turlap (turun lapangan, bahasa kerennya ambil data di lapangan :D), ina banyak lihat hal yang “tidak biasa”, yang belom pernah ina lihat di kampus.

Salah satu contohnya, ada bapak-bapak yang punya “kantong ajaib”, yaitu kantong plastik bening (kayak kantong plastik bening buat belanja buah di supermarket gitu) yang diikatkan di sabuk celananya. Ina lihat ada beberapa barang di dalamnya, tapi kok seperti sampah ya?

Dan ternyata benar. Menurut informasi dari tetangga sebelah (bapak yg duduk di sebelah ina maksudnya :D), “kantong ajaib” itu salah satu program perusahaan untuk para manajer di sini. Jadi, mereka diwajibkan memasang kantong ajaib itu setiap hari, dan mengumpulkan sampah di mana saja mereka menemukannya. Wah, keren ya. Dan program ini cuma buat manajer aja. :D

Hmmm, program yang menarik nih. Mungkin, maksud dari program ini adalah supaya para petinggi itu tetep rendah hati, selalu melihat ke bawah (nyari sampah maksudnya :D), dan memberi contoh yang baik buat anak buahnya. Sebuah hal besar ga akan terwujud tanpa hal yang kecil, kan? Seperti sebuah slogan terkenal, “mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai saat ini”. Kalo semua orang mempraktekkan slogan itu, dalam hal kebersihan, mungkin Bekasi bisa menang Adipura tanpa harus “sodok” sana-sini. :D