The Wedding

Pesta pernikahan adalah suatu momen yang sangat saya sukai. Saya mulai menyukai pesta pernikahan sejak sering diajak abi dan ummi menghadiri undangan pernikahan dari teman-teman mereka. Pesta pernikahan adalah momen yang indah karena banyak keluarga dan teman berkumpul, banyak makanan tersaji, juga banyak senyum terlihat. Sang pengantin wanita terlihat sangat cantik, dengan pipi merona bahagia, tak henti mengulas senyum indahnya. Sang pengantin pria juga terlihat sangat tampan, dengan wajah berbinar, erat menggenggam lengan pasangannya, seakan tak ingin berpisah walau sesaat.

Itu pikiran saya dulu. Kini saat beranjak dewasa, saya pun mengetahui bahwa ternyata pernikahan bukan cuma seremonial bahagia beberapa hari, tetapi juga sebuah perjanjian yang berat (mitsaqon gholidzo) seumur hidup. Begitu beratnya perjanjian ini sehingga pernikahan adalah sebuah ibadah yang bernilai separuh agama. Karena itu, saya sangat kagum pada teman-teman saya yang telah berani menunaikan perjanjian berat itu. Ada dua perasaan dominan sebetulnya saat saya menerima undangan-undangan itu. Yang pertama adalah rasa kagum dan senang karena saya memiliki teman-teman yang luar biasa, yang siap berumah tangga bahkan saat masih kuliah. Yang kedua adalah rasa sedih, kapan saya bisa segera menyusul (hehe.. :D).

Sebenarnya dikatakan sedih juga bukan, hanya sekadar bertanya-tanya dalam hati. Namun keadaan ini selalu akan sampai pada sebuah kesimpulan: diri ini memang belum siap untuk perjanjian seberat itu. Masih banyak bekal yang harus dipersiapkan. Seperti layaknya sebuah ujian, pasti kita akan mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari kan, kalau kita ingin hasil yang memuaskan? Ujian nasional yang hanya beberapa hari saja persiapannya bisa berbulan-bulan, apalagi sebuah pernikahan yang (harapan saya pribadi) sekali untuk seumur hidup?? Pasti butuh bekal lebih banyak dan persiapan yang lebih matang.

Jadi tak perlulah terus menerus bertanya-tanya kapan jodoh saya datang. Seperti kata seorang teman, semua ada waktunya. Dan memang akan lebih indah jika si dia hadir di saat yang tepat. Yang penting adalah bagaimana kita memperbaiki diri. Karena saat diri ini baik, akan hadir si dia yang juga baik. Seperti kata Salim A. Fillah dalam bukunya Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, “Belajarlah dari ahli puasa. Ada dua kebahagiaan baginya, saat berbuka dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala. Inilah puasa panjang syahwatku. Kekuatan ada pada menahan. Dan rasa nikmat itu terasa di waktu buka yang penuh kejutan”.

Wallahu a’lam bishshawwab..

#Tulisan ini terinspirasi dari banyaknya wedding invitation yang diterima oleh penulis. Empat orang di antaranya adalah teman satu angkatan, satu orang di antaranya (bahkan) adalah adik angkatan. Barokallahu lakum, wa baroka ‘alaikum, wa jama’a bainakum fi khoir.. ^_^

Lupakanlah

… tak ada yang lebih pasti dari ketidakpastian, kata pagi yang setia datang sebelum sarapan.

Jadi tak perlu membingkai masa lalu atau memindai masa depan.

Jika bukan kenangan, maka itu hanyalah angan-angan.

… jalani saja, apa adanya!


Sepotong pagi yang tersaji di gelas kopimu, biarkan seperti itu.

Taburkan gula jika kau punya, tambahkan cream jika kau mau.

Tak perlu memuji apa pun, tak usah memaki siapa pun.

… nikmati saja, apa adanya!


Tak usah diingat part-part yang sudah lewat.

Jika ada “buruk” yang terlanjur tercatat, maafkanlah.

Jika ada “indah” yang sempat terlibat, lupakanlah!

… arifi saja! Jangan bilang tak mudah!


Hanya butuh sesaat untuk lewat,

sejenak ingat,

kemudian kembali semula:

“Kita bukan siapa-siapa!”

Karya: Sakti Wibowo

sumber

Cantik Namun Mematikan

Jangan terkecoh dengan penampilan yang cantik. Mungkin saja dibalik kecantikan itu terdapat racun yang dapat melumpuhkan dalam sekejap. Begitu juga dengan bunga-bunga di bawah ini. Indah dipandang, tapi memiliki racun yang mematikan.

1. Autumn Crocus

Merupakan salah satu tumbuhan paling beracun di dunia, mungkin ini yang paling beracun. Mengandung colchicine, obat mematikan yang biasa digunakan untuk perawatan encok.

Racun yang terkandung di dalam bunga ini sejenis dengan arsenik yang tidak ada obatnya. Keracunan tanaman ini dapat menyebabkan penyakit jantung dan hilangnya tekanan darah.

2. Oleander

Oleander dikenal sebagai salah satu tanaman yang paling beracun di bumi, sering digunakan untuk bunuh diri. Berbagai macam racun terkandung di seluruh bagian tanaman ini, seperti Oleandrin dan neriine, menyebabkan gangguan sistem saraf, gangguan pencernaan, dan sistem kerja peredaran darah, dimana ke semua itu terjadi secara bersamaan.

Korban akan mengalami gejala kehilangan kesadaran, tubuh bergetar, rasa sakit, koma, hingga kematian. Getahnya dapat menyebabkan iritasi kulit dan kebutan pada mata.

3. Rhododendron

Tanaman ini apabila musim berbunga tampak sangat indah sekali. Dalam sebuah rekaman, menceritakan tingkah laku yang aneh pada sejumlah pasukan Inggris saat memakan madu dari bunga ini. Rhododendron mengandung andromedatoxin yang menyebabkan muntah, rasa sakit yang hebat kejang-kejang hingga kematian.

4. Angel’s Trumpet

Jangan terkecoh dengan namanya, tanaman ini mengandung racun yang bisa sangat fatal untuk manusia maupun hewan. Bunga ini terkenal sebagai halusinogen yang sangat kuat karena mengandung zat tropane alkaloids.

5. Belladona

Dikenal sebagai salah satu tumbuhan paling beracun di Barat Hemisphere, Belladona mengandung tropane alkoids yang berpotensi membahayakan. Seluruh bagian tanaman ini berbahaya, tapi bagian yang paling berbahaya adalah buahnya yang sepertinya enak dimakan, khususnya membahayakan anak-anak.

Gejala yang terjadi dari racun bunga ini adalah pupil mata membesar, penglihatan menjadi kabur, sakit kepala, berhalusinasi dan kegilaan. Atropine racun yang terkandung di dalam bunga ini mengganggu sistem saraf membuat gangguan pernapasan, berkeringat dan detak jantung.

6. Lyly of the valley

Lyly of the valley terlihat sangat cantik dan tampak tidak berbahaya. Mengkonsumsi satu atau dua dari bunganya yang berbentuk bell tidak terlalu menyakiti orang dewasa.

Apabila dimakan dalam jumlah cukup banyak, bunga ini bisa menyebabkan rasa sakit di mulut, muntah-muntah, keram di seluruh tubuh, dan diare. Racun di bunga ini juga menyebabkan disfungsi jantung dan detak jantung yang melemah.

7. Daphne

Bunga daphne juga dikenal dengan nama lady laurel atau tanaman surga. Seluruh bagian dari bunga ini beracun, tapi bagian yang paling beracun terkonsentrasi pada getah dan buahnya.

Daphne mengandung mezerine dan daphnin, merupakan racun kuat yang dapat menyebabkan sakit perut parah, sakit kepala, diarhea, kegilaan, dan sawan. Jika buah daphne dikonsumsi secara berlebihan, dapat menyebabkan koma bahkan kematian.

Sumber: di sini

Lamaranmu Kutolak!!

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.

Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.Dan ini tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya.

Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.

“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam?” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan.

“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.

“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.

Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”

“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya,keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda. Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”

“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.

“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.

“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”

“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”

“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”

“Kamu lulusan mana?”

“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”

“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”

“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?”

Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”

“Jadi kamu sudah bekerja?”

“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”

“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”

“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu,kalau kerja saja nggak becus begitu?”

Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”

“Rencananya maharmu apa?”

“Seperangkat alat shalat Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.”

“Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”

Bisikan, “Dia jago IT lho, Pak”

“Kamu bisa apa itu, internet?”

“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”

“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”

“Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”

Bisikan, “Tapi Ayah…”

“Kamu kesini tadi naik apa?”

“Mobil Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”

“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”

“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?”

Bisikan, “Ayahh..”

“Kamu merasa ganteng ya?”

“Nggak Pak. Biasa saja kok”

“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.”

“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”

Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”

Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.

“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?”

Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga. Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”

Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya pun, aku masih tertatih.” Mata sang muda ikut berkaca-kaca.

#hanya sekadar iseng melepas kejenuhan.. ambil yg baik, tinggalkan yg buruk.. :D

Cinta Tanpa Batas

Ini bukan dongeng, ini kisah cinta perempuan-perempuan terpilih yang melupakan mimpinya tentang seorang pangeran gagah dan tampan. Inilah kisah-kisah para istri yang rela mencintai dan berbagi kehidupan dengan lelaki, yang secara fisik tidak sempurna. Mengapa mereka melakukannya?

“Karena saya yakin cinta datang dari hati. Meski Ummi saya pada awalnya tidak menyetujui,” ujar Irma, seorang guru yang menikah dengan Zulfan, seorang duda yang mengalami lumpuh kedua.

Pada awalnya Irma mengaku ragu untuk menerima Zulfan sebagai kekasihnya, terutama karena melihat kekurangan fisik lelaki itu, tapi khirnya hatinya pun luluh. Tak beres sampai situ, karena kemudian menghadapi tantangan berikutnya yakni, orang tua yang menolak mentah-mentah lamaran Zulfan. Kekuatan cinta lah yang kemudian meyakinkan orang tua Irma untuk menerimanya.

Saat Ibunda Irma ditanya Host Kick Andy, apa perasaannya ketika pertama kali melihat calon pasangan putrinya itu? Ibu Siti Zaenab, atau yang biasa dipanggil Ummi menjawab tegas, “Ancur!” katanya. “Ya gimana? cacat begitu, kan gak bagus dibawa kondangan,” lanjutnya.

Lalu apa yang membuat Umi menerimanya? “Ya lama kelamaan dia baik juga,” ujarnya diakhiri tawa.

Persoalan ijin orang tua, sepertinya memang menjadi kendala terbesar dalam hubungan semacam ini. Misalnya kisah hubungan Jajang dan Maryati.

Jajang adalah seorang pegawai di RS Fatmawati yang jadi korban tabrak lari hingga kedua kakinya menjadi tak sempurna, karena mengalami kelumpuhan. Namun bagi Maryati, seorang suster di rumah sakit yang sama, Jajang adalah pria sempurna yang layak jadi suaminya. Tentu saja, keluarga menentang hubungan mereka, tak hanya soal fisik tapi juga ekonomi.

Meski Jajang punya keterbatasan, tapi cinta tak pernah memiliki batas. Mereka akhirnya menikah dan membuktikan bahwa kecacatan kaki Jajang bukanlah pembatas mereka untuk bahagia. Kehidupan rumah tangga mereka kini sudah berusia 23 tahun, dan dikaruniai seorang putri.

Cinta tanpa batas, juga ada pada pasangan Priagung yang menyandang tuna rungu, dengan Lela, yang secara fisik sempurna. Apa alasan Lela mau menerima pria tuna rungu yang diperjodohkan orang tua mereka? “Saya sangat ingin memiliki seorang suami yang tidak nakal,” jawabnya.

Bagi Lela, Agung, panggilan Priagung, adalah pria yang sangat baik, tidak bergaul seperti anak muda kebanyakan, senang membaca dan religius. Jadi ia pun rela menjadi istri Agung, meski harus memiliki cara unik dalam berkomunikasi.

Lain lagi kisah yang dialami pasangan Sinarahardja dan Herlina.

Sinarahardja adalah penderita kaki lumpuh akibat polio. Meski demikian ia tumbuh sebagai lelaki bersemangat hingga bisa menyelesaikan kuliahnya di Universitas Gajah Mada. Saat bekerja di Bogor, Sinarahardja bertemu dan jatuh cinta dengan gadis bernama Herlina.

Sayang hubungan mereka terhambat oleh orang tua yang tak merestui. Namun Herlina berusaha meyakinkan kedua orang tua , hingga restu itupun turun, meski hanya 50% saja. Kini pasangan itu bahkan saling bahu membahu membangun sebuah perusahaan konsultan pajak, dan berhasil. Kelumpuhan kaki Sinarahardja tak melumpuhkan cinta dan kehidupan rumah tangga mereka yang kini dikaruniai 2 putri.

Cinta memang tanpa batas, bahkan dalam batas kegelapan penglihatan.

Bagi Saidah Fauzi , kebutaan di bola mata Muhammad Fitra Salahudin, bukanlah penghalang untuk mencintai dan membagi hidup hidupnya bersama pria itu. Padahal, sebelum bertemu Saidah, Fitra baru saja ditolak oleh keluarga perempuan yang menjadi pacar sebelumnya, karena tak mau memiliki menantu tuna netra.

Fitra adalah seorang korban kecelakaan lalu lintas yang tak hanya menghilangkan penglihatannya, tapi juga kehancuran di wajahnya. Ia harus menjalani dua kali operasi dan sedikitnya mendapat 150 jahitan halus untuk memperbaiki wajahnya. Meski demikian, Saidah memiliki keyakinan bahwa sosok Fitra yang tuna netra itu adalah imam yang tepat baginya. Mereka menikah 4 tahun lalu, dan hidup bahagia bersama putra tunggal mereka.

Inilah sebuah episode tentang sebuah bukti bahwa cinta tak memiliki batas, bahkan mungkin semakin hari, semakin cinta, seperti lantunan lagu penutup dari Vina Panduwinata di episode special ini.

Salut buat mereka…

Sumber: di sini

#hemmm, dari cerita ini, terlihat ada banyak wanita yang “berhati besar”. Mereka rela menerima kekurangan suami mereka apa adanya, dan tetap mencintai mereka setulus hati. Adakah laki-laki yang memiliki “hati besar” seperti itu juga?? Yang rela menerima kekurangan istri apa adanya dan mencintai mereka setulus hati?? Semoga ada…

Nasehat Seorang Kawan

Untuk ‘mu’…

Cinta tak perlu dihaturkan sedalam-dalamnya..
Karena kau baru bisa merasakannya menjadi utuh,
ketika kau bersama ‘mu’ dalam sama mencari keridhoan-Nya..

Akan asing sepertinya, kala muda mudi lebih tergiur pencarian semu,
dan berteman kemaksiatan..
Namun ketika dalam ketaatan kepada Robb kita cinta itu bersandar,
cinta takkan salah..

Kalaupun hadir ‘mu’ tidak untuk kau,
berarti ada ‘mu’ yang lain yang pasti Allah persiapkan untukmu..
Maka berikhtiarlah dalam kebaikan,
mendekatlah pada majelis kebaikan..
Pasti Allah menepati janji-Nya dengan ‘mu’ yang tepat..

Sungguh ketika kau baik, maka akan hadir ‘mu’ yang baik…

sumber: dudung.net

Seperti Pelangi

Seperti pelangi, kau hadir…

Tiba-tiba dan begitu saja…

Merasuk ke dalam dunia kecilku..

Dunia rahasiaku yang tak terjamah…

Dunia kecilku yang tak terbagi dan tak mau kubagi…

Dunia kecil tempatku bersembunyi dari sesaknya realita..

Seperti pelangi, kau hadir…

Bersama mentari menepis mendung,

saat gerimis tipis membuatku menangis.

Bersama sejuk, berhembus menelusup di relungku…

Meminjamkan sunyi yang menentramkan,

Meminjamkan ramai yang melegakan…

Memberiku secercah harap: “Ada hal lain menakjubkan di luar sana.”

Seperti pelangi, kau hadir…

Indah memberi warna lain,

Melukis ceria di sudut langit dalam dunia kecilku..

Mengingatkan aku akan indahnya merah, kuning, biru bahkan kelabu…

Kelabu yang selalu menjadi bayang di langkahku…

Kelabu yang menjadi atmosfer dunia di atas sana..

Juga kelabu yang ternyata menyimpan berjuta hikmah…

Namun….

Seperti pelangi juga kau pergi…

Dalam ketergesa-gesaan dan tak berjejak.

Meninggalkan dunia kecilku bersama suatu cerita

dalam sebuah tanya

dan skenario yang tak kumengerti

alur, irama, dan tariannya…

Seperti pelangi juga kau pergi…

Bersama seluruh warna ceriaku dan sejumput nyata…

Membawa kembali sunyi yang menentramkan

Membawa kembali ramai yang melegakan..

Menyisakan sebuah perasaan aneh yang membuat jiwaku tergetar

hingga meluapkan dua sungai kecil dari jendela jiwaku yang terkoyak

Seperti pelangi, kau hadir…sekejap mata…

Namun begitu terasa, karena kau menjelma nyata…

Seperti pelangi, kau hadir…hanya untuk kemudian pergi.

Seperti itu pun dunia kecilku terrenggut…

Seperti pelangi….

seperti kau………………..

sumber: dudung.net