Nasehat Seorang Kawan

Untuk ‘mu’…

Cinta tak perlu dihaturkan sedalam-dalamnya..
Karena kau baru bisa merasakannya menjadi utuh,
ketika kau bersama ‘mu’ dalam sama mencari keridhoan-Nya..

Akan asing sepertinya, kala muda mudi lebih tergiur pencarian semu,
dan berteman kemaksiatan..
Namun ketika dalam ketaatan kepada Robb kita cinta itu bersandar,
cinta takkan salah..

Kalaupun hadir ‘mu’ tidak untuk kau,
berarti ada ‘mu’ yang lain yang pasti Allah persiapkan untukmu..
Maka berikhtiarlah dalam kebaikan,
mendekatlah pada majelis kebaikan..
Pasti Allah menepati janji-Nya dengan ‘mu’ yang tepat..

Sungguh ketika kau baik, maka akan hadir ‘mu’ yang baik…

sumber: dudung.net

Seperti Pelangi

Seperti pelangi, kau hadir…

Tiba-tiba dan begitu saja…

Merasuk ke dalam dunia kecilku..

Dunia rahasiaku yang tak terjamah…

Dunia kecilku yang tak terbagi dan tak mau kubagi…

Dunia kecil tempatku bersembunyi dari sesaknya realita..

Seperti pelangi, kau hadir…

Bersama mentari menepis mendung,

saat gerimis tipis membuatku menangis.

Bersama sejuk, berhembus menelusup di relungku…

Meminjamkan sunyi yang menentramkan,

Meminjamkan ramai yang melegakan…

Memberiku secercah harap: “Ada hal lain menakjubkan di luar sana.”

Seperti pelangi, kau hadir…

Indah memberi warna lain,

Melukis ceria di sudut langit dalam dunia kecilku..

Mengingatkan aku akan indahnya merah, kuning, biru bahkan kelabu…

Kelabu yang selalu menjadi bayang di langkahku…

Kelabu yang menjadi atmosfer dunia di atas sana..

Juga kelabu yang ternyata menyimpan berjuta hikmah…

Namun….

Seperti pelangi juga kau pergi…

Dalam ketergesa-gesaan dan tak berjejak.

Meninggalkan dunia kecilku bersama suatu cerita

dalam sebuah tanya

dan skenario yang tak kumengerti

alur, irama, dan tariannya…

Seperti pelangi juga kau pergi…

Bersama seluruh warna ceriaku dan sejumput nyata…

Membawa kembali sunyi yang menentramkan

Membawa kembali ramai yang melegakan..

Menyisakan sebuah perasaan aneh yang membuat jiwaku tergetar

hingga meluapkan dua sungai kecil dari jendela jiwaku yang terkoyak

Seperti pelangi, kau hadir…sekejap mata…

Namun begitu terasa, karena kau menjelma nyata…

Seperti pelangi, kau hadir…hanya untuk kemudian pergi.

Seperti itu pun dunia kecilku terrenggut…

Seperti pelangi….

seperti kau………………..

sumber: dudung.net