Menjadi Dewasa..

Waktu masih kecil, rasanya pengen banget jadi besar. Seorang anak TK ketika ditanya apa keinginannya saat ini, menjawab dengan mata berbinar, “Aku mau masuk SD.” Saat SD, tidak sabar rasanya ingin masuk SMP. Saat SMP, ingin segera merasakan jadi anak SMA. Saat SMA, selalu berdoa supaya cepat menyandang gelar mahasiswa, lalu kemudian kerja dan hidup mandiri.

Namun saat hendak menuju gerbang kehidupan yang sesungguhnya, kadang terbersit sebuah pikiran, alangkah enaknya kalau tetap seperti dulu. Tetap menjadi seorang gadis kecil yang tak perlu pusing memikirkan problematika kehidupan. Bisa selalu bermain, melakukan semua hal yang disukai, tanpa takut disalahkan oleh orang lain.

Menjadi tua adalah sebuah keniscayaan, menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Sebuah kalimat yang mungkin berhasil menyadarkan beberapa orang kalau kedewasaan itu tidak akan muncul dengan sendirinya, melainkan sebuah pilihan hidup dan harus diperjuangkan. Teringat perkataan seseorang yang lebih tua saat saya bertanya mengapa mau berteman dengan orang yang masih kecil (ketika itu usia saya baru 15 tahun).

Dia menjawab, “Ina yang baik, ina tuh bukan anak kecil lagi. Lima belas tahun itu sudah termasuk tua. Di pelosok Jawa sana, umur lima belas tahun sudah pada punya anak. Mereka sudah merasa dewasa. Tahu kenapa? Sebab mereka ‘merasa’ sudah dewasa dan punya tanggung jawab. Jadi, jangan pernah bilang kalau Ina masih kecil, tapi tanamkan kalau Ina sudah dewasa. Biasanya mereka yang dewasa bercirikan: tidak emosional, rasional, punya rasa tanggung jawab, bisa mengayomi orang lain, dan sebagainya. So, jadilah seseorang yang dewasa. Jangan jadi ‘Baby Hue’ yang badannya gede tapi masih bayi.”

Dulu perkataan ini hanya seperti angin lalu. Tapi saat ini saya baru menyadari bahwa kata-katanya benar. Saya tidak akan pernah menjadi dewasa kalau saya tidak pernah merasa dewasa dan tidak mau menanamkan di pikiran saya kalau saya sudah dewasa. Kalau orang lain bisa, mengapa saya tidak?? Semoga saya bisa menjadi orang dewasa yang baik..

5 thoughts on “Menjadi Dewasa..

  1. Menjadi dewasa memang sebuah pilihan na, sama hal-nya dengan kehidupan ini pastinya selalu saja ada pilihan yang harus kita ambil apapun resikonya, karena setiap pilihan itu pasti punya resikonya tersendiri… yg kita sendiri belum tau resikonya tersebut akan berdampak baik atau buruk dikemudian hari … kalau kata “seseorang”-kan “Life is like the piano, the white keys represt happiness, the black keys show sadness. but as you go through life’s journey, remember that the black keys make musics too…” Even, you don’t know, what will happen tomorrow with you, but, still believe that GOD is the best director in your life… :D Semangat Menjadi Dewasa ^_^

  2. aibome04 said: kalau kata “seseorang”-kan “Life is like the piano, the white keys represt happiness, the black keys show sadness. but as you go through life’s journey, remember that the black keys make musics too…”

    hmmm, ini bukan kata2 “orang” itu sebenernya.. dia pinjem dari sms yg ina kirim waktu dulu.. ina juga dapet kata2 ini dari temen yg lain.. jadi itu bukan kata2 dia ya..yupz, semoga lulus dari universitas kehidupan dan bisa jadi orang dewasa yang baik.. :)

  3. aibome04 said: memang bukan dari dia na tapi dari “seseorang” yg lainnya (ka Haryo) …aamiin semoga bisa menjadi orang dewasa yg baik dan amanah ya :D

    kaka tau kata2 itu dari ka haryo kan?? nah, “orang” yg ina maksud emang ka haryo.. dia dapet kata2 itu dari ina.. ina dapet dari temen yg lain, gitu.. rempong ya.. hehe..aamiin..

Thanks for your reply.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s