Cinta Sang Suami

Alkisah, ada sepasang suami istri yang melakukan perjalanan yang agak jauh menggunakan sepeda motor. Ketika melewati sebuah jalan yang agak menurun, sang istri berkata, “Suamiku, bisakah kau menurunkan kecepatannya? Motor ini terlalu cepat.”

Lalu sang suami menjawab, ”Ya, tapi, syaratnya kau harus mengencangkan peganganmu.”

Sang istri pun mengencangkan pegangan ke pinggang suaminya. Tapi menurutnya, motor itu masih terlalu cepat. Sang istri pun berkata lagi, “Suamiku, bisakah kau menurunkan kecepatanya lagi? Motor ini masih terlalu cepat.”

”Ya, aku akan menurunkannya. Tapi syaratnya kau harus bilang ‘AKU CINTA KAMU’.”

Awalnya sang istri agak bingung dengan jawaban suaminya, namun akhirnya ia menuruti perkataan suaminya. Tapi sang istri tetap merasa motor yang dinaikinya masih terlalu cepat. Sang istri pun berkata untuk yang ketiga kalinya, “Suamiku, bisakah kau menurunkan kecepatanya lagi? Motor ini masih terlalu cepat.”

Lalu sang suami menjawab, “Ya, aku akan menurunkannya. Asalkan kau memakai helm yang sedang aku pakai. ” Sang istri pun memindahkan helm yang ada di kepala suaminya dan memakainya. Kebetulan sang istri tidak memaki helm. Jawaban sang suami membuatnya bingung.

***

Keesokan harinya muncul berita di koran, majalah, juga televisi tentang sebuah kecelakaan sepasang suami istri yang sedang melakukan perjalanan. Sang suami tak terselamatkan, namun sang istri selamat berkat helm yang ada di kepalanya.

Sang istri jadi mengerti apa yang dimaksud suaminya. Suaminya tahu kalau rem sepeda motor itu blong, namun sang suami tidak ingin memberitahu sang istri karena khawatir akan membuatnya panik dan tidak tenang. Yang ada di kepalanya adalah bagaimana cara agar istri tercintanya itu selamat. Ketika sang istri meminta agar suaminya menurunkan kecepatannya, sang suami meminta agar sang istri malah memeluknya lebih erat. Ya, pelukan terakhir. Suaminya juga memintanya agar mengatakan ‘aku cinta kamu’ supaya suaminya benar-benar yakin kalau sang istri mencintainya sepenuh hati. Kata-kata itu juga merupakan yang terakhir karena sang suami merasa hidupnya tak akan lama lagi. Sang suami yang lebih memikirkan istrinya itu pun rela memberikan helm yang sedang dipakainya demi keselamatan istrinya. Dia tidak egois dan memikirkan diri sendiri. Ia hanya berharap istrinya akan selamat dengan helm yang diberikannya.

Tak lama setelah sang istri memindahkan helm yang dipakai suaminya lalu memakainya, kecelakaan itu pun terjadi. Sang suami mengalami luka yang sangat parah dan tak bisa diselamatkan. Namun sang istri masih bertahan dengan helm retak yang menempel di kepalanya. Ya, cinta sang suami sangat besar, sampai-sampai ia rela mengorbanan dirinya demi istri yang dicintainya.

#Pesan moral cerita: kalo naik motor, jangan lupa pakai helm ya. Kalo bisa yang sesuai SNI. Kan kasian kalo pasangan kita harus mengorbankan dirinya demi kita cuma karena kita lupa pakai helm.. :)