Ramadhanku Dulu Tak Begini

Ramadhan selalu memiliki kenangan tersendiri buat ina. Dulu waktu kecil, setiap Ramadhan, ina, Abi, dan Aa selalu menghias rumah dengan lampu-lampu kecil. Dibentuk huruf-huruf, atau hanya dipasang mengelilingi atap. Setiap malam libur juga kami boleh main kembang api. Ditambah lagi mudik yang selalu ditunggu-tunggu di setiap akhir Ramadhan.

Ramadhan juga selalu menjadi bulan yang terbaik menurut ina. Bulan dimana banyak manusia berubah menjadi lebih baik. Lebih banyak yang saling memberi, saling menghormati. Mesjid menjadi penuh, kotak amal semakin berat, juga banyak ceramah dan kajian. Wanita-wanita lebih banyak yang menutup aurat (walau hanya dengan selendang), juga tidak ada perokok berkeliaran.

Namun itu semua yang ina rasakan beberapa tahun yang lalu. Entah kenapa, tahun ini Ramadhan terasa berbeda. Tidak ada lagi mesjid yang penuh, yang dulu sampai harus nge-take duluan kalau ingin dapet shof di dalam mesjid. Pendapatan kotak amal semakin sedikit, karena jama’ah mesjid juga berkurang. Shof ikhwan tinggal 3, padahal belum setengah Ramadhan.

Tidak ada lagi saling menghormati antara yang berpuasa dan yang tidak. Merujuk status seorang teman “hormatilah orang yang (tidak) berpuasa”. Ya, kita memang tidak boleh cengeng, melihat orang makan langsung tergoda. Tapi rasanya beda aja. Kalau dulu di siang hari rumah makan ditutup dengan tirai, sekarang walaupun masih ditutup dengan tirai, terlihat lebih banyak kaki-kaki dari bawah tirai. Bahkan di angkutan umum pun banyak orang yang cuek saja makan di siang hari. Tapi harus tetap semangat, Kawan. InsyaAllah pahala berbanding lurus dengan godaan yang ada.

Ya Rabbi, tidak terasa hampir dua per tiga RamadhanMu tahun ini telah berlalu. Rasanya belum maksimal diri ini memanfaatkannya. Ina berharap, semoga Ramadhan yang akan datang bisa kembali menyenangkan seperti dulu. Dan juga, semoga ina serta ummat Muslim lainnya bisa mendapatkan rahmat dan ampunanMu di bulan yang mulia ini, serta berkesempatan untuk bersua kembali dengan RamadhanMu selanjutnya. Aamiin..

10 thoughts on “Ramadhanku Dulu Tak Begini

  1. Amiiinnn….Tetap semangat kawan, puasa adalah sebuah ibadah rahasia yang hanya sanggup diemban oleh orang-orang yang dipilih secara rahasia, hanya orang-orang beriman yang dipanggil, mudah2an kita termasuk ke dalam golongan orang yg beriman dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa :D

Thanks for your reply.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s