Tanya Kenapa (Kenapa Tanya) #13

Suatu hari, di sebuah instansi yang sedang merekrut tenaga kerja. Sebuah ruang tunggu ber-AC sudah tidak terasa lagi AC-nya saking penuh sesak oleh manusia. Mereka menanti nama mereka dipanggil dari pengeras suara di ruangan sebelah. Mereka harus sabar menanti nama yang dipanggil satu-satu sesuai urutan daftar hadir yang mereka isi saat tiba di gedung ini.

Tiba-tiba datang seorang peserta di saat waktu dhuha beranjak habis. Dia mengisi daftar hadir dengan urutan yang telah berbilang ratusan. Kemudian dengan santainya dia masuk ke dalam ruangan sebelah, entah untuk apa. Tak lama kemudian dia kembali dan menyapa teman-temannya yang juga sedang menunggu giliran.

Dia: “Eh, lama ya nunggunya. Gue tadi nitip aja biar nama gue diselipin, jadi bisa duluan.”

Teman: “Emang bisa?”

Dia: “Bisa. Coba aja gih. Biar ga lama nunggunya.” (nada bicaranya tanpa rasa bersalah, meski banyak mata tertuju padanya dengan tatapan tidak suka)

Tidak lama kemudian…

Sebuah nama disebut. Ternyata namanya. Dia yang masih mengobrol dengan temannya tergesa membereskan berkasnya yang masih berantakan. Kemudian keluar seorang pria paruh baya dari ruangan sebelah, mencari pemilik nama tersebut. Pria itu mengenakan seragam instansi tersebut, menandakan dia adalah karyawan di sana. Pria itu kemudian memberi isyarat kepada dia yang namanya disebut untuk bergegas masuk.

Subhanallah, enak ya kalau urusan kita bisa dipermudah seperti itu.