[FF] Mangga dan Dia

Gadis itu asik mengupas mangga yang baru dibelinya tadi siang. Di sampingnya ada laki-laki terbaiknya, sedang memakan sebagian mangga yang sudah dikupasnya. Suasana hening pada awalnya, hingga lelaki paruh baya itu mengangkat suara.

“Neng, sepertinya kamu sudah cukup umur untuk menikah. Mau abah carikan?”

Gerak pisau di tangan gadis itu mendadak berhenti. Potongan mangga yg dikunyahnya hampir membuatnya tersedak. Sekilas bayangan seseorang berkelebat di pikirannya, membuat pipi putih bersihnya sedikit merona. Dia harap lampu ruangan yang agak redup menyamarkan rona itu dari penglihatan ayahnya.

Sang ayah masih menunggu jawaban putrinya. Tapi putrinya hanya tersenyum. Senyum yang bisa menjadi penyemangat hidupnya selama ini. Kuharap engkau bisa selalu tersenyum seperti ini, nak, batin sang ayah.