[FF] Ruang Rasa (repost)

Menemukan tulisan ini di MP Mba Vika. Langsung jatuh hati pada pandangan pertama, hehe. Jadi ina re-post deh. Apalagi pas banget sama keadaan sekarang, dimana banyak “undangan” bertebaran. Silakan dinikmati.

========================================================================

Terngiang kalimat-kalimat yang meluncur dari laki-laki itu satu persatu. Ia mendesah lama. Benar-benar kata-kata yang sungguh ia kenal. Kata-kata lelaki itu.

* * *

Sejak semula ia tahu, di antara ia dan lelaki itu ada rasa yang lebih dari sekedar teman bercerita. Tapi tetap ia tidak berani mengucapkan sepatah kata. Tentu saja, perempuan itu tersenyum, aku begitu terbelenggu dengan norma, sehingga kutelan saja semua asa. Ia memutuskan menjadi perempuan biasa, yang melakukan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya. Menunggu.

Dan menunggu sungguh membuat waktu begitu jemu. Tetap, perempuan itu masih melakukan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya.

Hingga tiba suatu masa, ketika menunggu menjadi sesuatu yang lama, tapi tak jua lelaki itu beranjak dari ruang ceritanya. Tidak juga ada kata berlebih atau sinyal berbeda. Semua masih sama.

Ia mulai lelah. Rasa itu kemudian menjadi lupa, terkikis oleh masa dan hilang menguap begitu saja.

Ia beranjak untuk melangkah. Dan memutuskan ruang ceritanya. Cerita lelaki itu dengan dia.

* * *

Perempuan itu terpekur. Kenapa baru datang saat ini?

Terngiang sekali lagi pertanyaan-pertanyaan yang seolah bertubi-tubi datang padanya.

Tidakkah kau rindu padaku?

Hatinya mencelos. Aku perempuan, haruskah begitu jelas memperlihatkan perasaanku?

Hanya Tuhan yang tahu berapa malam dia tergugu semenjak ia meninggalkan laki-laki itu di bandara.

Tidakkah kau merasa kehilangan aku selama ini?


Ia menarik napas panjang. Sekali. Dua kali. Mencoba mengumpulkan kekuatan.

Perempuan itu memandang meja kayu di seberang tempat tidurnya. Beratus-ratus undangan berwarna merah muda dengan namanya tercetak dengan jelas. Siap untuk diedarkan.

Kau bertanya padaku arti kehilangan. Ia berbisik dalam hati “Bagaimana bisa aku merasa kehilangan jika sesungguhnya aku tidak pernah memiliki?”

sumber

17 thoughts on “[FF] Ruang Rasa (repost)

  1. jauzaalkhansa said: haisy.. susah deh..coba baca ulang, tapi pake perasaan, mas nobi.. :D

    maksudnya si cewek itu jadi nikah sama laki2 yg pergi ato laki2 laen? (ky jdul lagu) :D

  2. jauzaalkhansa said: waduh, masa sih?ina pertama kali baca ini langsung ngerti n ngerasa sedih gitu..yo wez, ga usah dipikirin lah.. :D

    makanya dijelasiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin….. :hammer

  3. nobita87 said: *jedot2in kepala ke bantal….*

    tembok aja, tanggung.. :pjadi intinya gini.. si perempuan punya perasaan terpendam sama si laki-laki.. tapi karena dia perempuan, dia malu untuk mengatakan lebih dulu.. jadi dia melakukan pekerjaan perempuan: menunggu..tapi ternyata setelah lama menunggu, yg ditunggu ga dateng (nyadar) juga.. akhirnya si perempuan memutuskan untuk menyerah, meninggalkan laki-laki itu, begitu juga perasaan terhadapnya.. walaupun bermalam-malam dia menangis karena sulit melupakan laki-laki itu, dia tidak menyerah..sampe tiba di suatu saat, laki-laki itu datang lagi ke kehidupan si perempuan.. laki-laki itu bertanya, rindu ga sama dia selama ini (karena lama ga ketemu setelah si perempuan pergi ninggalin laki-laki itu).. dia juga nanya, kamu ga merasa kehilangan aku (karena dulu mereka cukup sering berinteraksi dan putus hubungan setelah si perempuan pergi).. tapi si laki-laki terlambat menanyakan itu semua, karena si perempuan sudah memutuskan untuk memulai hidup baru dengan laki-laki lain..begitu yg ina pahami, ga tau deh sama apa ga dg maksud penulisnya.. :D

  4. jauzaalkhansa said: tembok aja, tanggung.. :pjadi intinya gini.. si perempuan punya perasaan terpendam sama si laki-laki.. tapi karena dia perempuan, dia malu untuk mengatakan lebih dulu.. jadi dia melakukan pekerjaan perempuan: menunggu..tapi ternyata setelah lama menunggu, yg ditunggu ga dateng (nyadar) juga.. akhirnya si perempuan memutuskan untuk menyerah, meninggalkan laki-laki itu, begitu juga perasaan terhadapnya.. walaupun bermalam-malam dia menangis karena sulit melupakan laki-laki itu, dia tidak menyerah..sampe tiba di suatu saat, laki-laki itu datang lagi ke kehidupan si perempuan.. laki-laki itu bertanya, rindu ga sama dia selama ini (karena lama ga ketemu setelah si perempuan pergi ninggalin laki-laki itu).. dia juga nanya, kamu ga merasa kehilangan aku (karena dulu mereka cukup sering berinteraksi dan putus hubungan setelah si perempuan pergi).. tapi si laki-laki terlambat menanyakan itu semua, karena si perempuan sudah memutuskan untuk memulai hidup baru dengan laki-laki lain..begitu yg ina pahami, ga tau deh sama apa ga dg maksud penulisnya.. :D

    nah begini baru faham… hmm… iya meloow

Leave a Reply to nobita87 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s