Tanya Kenapa (Kenapa Tanya) #14

Suatu siang, di sebuah rumah. Beberapa ibu berkumpul sedang belajar membaca Al Qur’an. Karena situasi dan kondisi, sang anak terpaksa mengungsi ke lantai dua. Tidak lupa membawa bekal cemilan keripik dan air minum.

Suara riuh rendah terdengar dari lantai satu, khas ibu-ibu kalau sudah berkumpul. Si anak cuek saja memakan cemilannya tanpa merasa mengganggu ibu-ibu di bawah. Toh suara obrolan mereka di sana lebih kencang dari kunyahannya. Tapi dia tidak menyadari suara riuh yang berangsur hening. Suara kunyahan keripiknya kini menjadi melodi utama di rumah itu.

Tiba-tiba terdengar suara seorang ibu berbisik,
“Eh, Bu, dengerin deh. Itu suara apa ya?”

Si anak seketika berhenti mengunyah, menantikan kelanjutan obrolan itu.

“Suara tikus ya?” sambung suara yang lain. Glek!

“Oh, itu. Suara anak saya, Bu. Ada di lantai dua,” sang ibu pemilik rumah mencoba mengklarifikasi.

Wew, terlalu. Masa cantik begini disangka tikus?! Si anak membatin. Namun tak lama kemudian, keripik di toples telah berpindah lagi ke mulutnya. Terserah apapun kata mereka, yang penting keripik enak itu tidak disia-siakan..