Kepadamu. Terima Kasih.

Kepadamu. Terima kasih

telah menjadi tokoh utama sepenggal kisah hidupku

Menyadarkanku bahwa akhir cerita tak selalu indah

Kadang sedih, bahkan tragedi

Kepadamu. Terima kasih

telah menjadi teman dalam pengembaraan singkatku

Menyadarkanku bahwa perjalanan hidup tak selalu menyenangkan

Kadang berliku bahkan curam terjal

Kepadamu. Terima kasih

telah menjadi pangeran sesaat di singgasana hatiku

Menyadarkanku bahwa kekuasaan tak selamanya berjaya

Bisa jatuh dan hancur di tangan musuh

Kepadamu. Terima kasih

telah menjadi objek dalam kalimat munajatku padaNya

Menyadarkanku bahwa jawaban sebuah doa tidak hanya “Ya”

Namun bisa “Nanti” atau bahkan “Yang Lain”

Kepadamu. Terima kasih

telah membuatku mengerti

Ketika harap tak sejalan dengan realita

Di sanalah ikhlas menemukan makna.

Tiba-Tiba Saja

Tiba-tiba saja
Aku merasa dia berharga
Kenapa?
Aku bertanya pada angin yg menyapa
lewat hembusannya yg sejuk
Juga pada deru ombak

Tiba-tiba saja
Aku merindukannya
Padahal tidak kemarin
juga kemarinnya lagi

Tiba-tiba saja
Aku berpikir tentangnya
Tentang setiap kata yg dia ucapkan
dan berlalu..

Tiba-tiba saja
Aku ingin selalu melihatnya
Juga tak ingin melihatnya
Karena ia selalu berkata
“jaga hatimu”

Tiba-tiba saja
Aku ingin mendapat jawaban darimu
Ada apa denganku???

(husniyah_dudung.net)

Tanya Kenapa (Kenapa Tanya) #15

Suatu siang, di PPMT UI. Dua orang (mantan) mahasiswi sedang melegalisir ijazah..

Mba1: pak, hasil legalisirnya bisa diambil kapan?
Bapak: hari kerja y, mba.
Mba2: yah, g bisa hari sabtu, pak?
Bapak: sabtu kan libur, mba. Mba mau ngegaji sy?
Mba2: (dalam hati: sy aja blm gajian, pak. :()
Bapak: minta tolong ambilin aja, mba. Sama pacarnya gt. Buat apa punya pacar kalo g diberdayakan?
Mba1&2: (nyengir, pamit)

#makin lama ngobrol sm si bapak bakal makin galau, jd kabur saja.. :D