Renungan

Ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, maka jangan pernah merusak diri sendiri…!!!

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin… Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya. Tak ada yang perlu disesali. Tak ada yang perlu ditakuti. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawanya pergi entah ke mana.

“Bahwa hidup harus menerima… penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti… pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami… pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.”

(Tere Liye – Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin)

Yang Terbaik, MenurutNya

Bismillah.

Malam ini rasanya ingin menulis, mengikat kata-kata yang berkeliaran di pikiran. Menumpahkan sedikit resah di hati (lebay :D). Mumpung lagi nggak ada kerjaan karena flash disk yang isinya kerjaan ketinggalan di kantor. Kejadian ini murni human error, tidak ada unsur kesengajaan, hehe.

Ngomong-ngomong soal kerjaan, alhamdulillah akhir Nopember kemarin ina berhasil melepaskan titel Job Seeker yang sudah beberapa bulan ina sandang. Sampe sekarang masih suka jadi job seeker juga sih kadang-kadang, siapa tahu ada peluang yang lebih baik. Tapi mungkin untuk sementara waktu ina akan bertahan di tempat ini dulu, mencari pengalaman.

Alhamdulillah lagi, kerjaan ina sekarang sangat “pas” buat ina. Allah memang paling tahu yang terbaik buat hambaNya. Dulu ina pernah berharap banget sama sebuah pekerjaan, tapi gagal. Karena terlalu berharap itu ina jadi ngerasa sedih dan kecewa. Tapi akhirnya ina belajar ikhlas. Segala sesuatu yang luput darimu tidak akan menimpamu, begitu juga sesuatu yang menimpamu tidak akan luput darimu. Pasti ada yang terbaik itu, asalkan kita tidak berhenti berusaha dan berdo’a padaNya.

Dan ternyata benar, do’a ina dijawab olehNya. Target untuk mendapat pekerjaan sebelum tahun berganti alhamdulillah tercapai. Kriteria tempat kerja yang ina inginkan juga alhamdulillah dikabulkan. Ina bekerja cukup sesuai dengan bidang yang ina pelajari di kampus, terus lingkungan kerja juga sangat menyenangkan. Ina nggak dituntut macam-macam, rekan kerjanya ramah, satu ruangan dengan teman-teman di kampus yang kerja di sana juga, dan yang paling penting, ina boleh mengenakan pakaian bebas.

Kerjaan sudah ada, kini tinggal masalah jodoh. Dua-duanya sama-sama rezeki yang sudah ditetapkan olehNya. Jadi, yang perlu kita lakukan adalah berusaha untuk menjemput jodoh kita dan jangan lupa berdo’a. Ikhtiar yang terbaik dengan diiringi do’a yang terbaik. Sertakan juga sabar dan syukur atas apa yang telah Dia berikan. Karena apa yang kita anggap baik belum tentu baik untuk kita menurutNya.

Udahan ah. Kalo ngomongin masalah jodoh lama-lama takut jadi galau, hehe. Barokallah fiikum, everyone.