Penghuni Langit Malam

Katanya bulan malam ini indah ya? Blue Moon kah namanya?

Ah, tak peduli apapun namanya, bulan akan selalu indah di mataku. Karena bulanlah temanku kala menyendiri di malam hari sejak dulu, beramai-ramai dengan gemintang yang membuat malam jadi semarak.

Malam ini, temani aku lagi ya. Aku tak ingin sendirian. Melepas satu per satu jalinan pikiran yang mulai kusut di kepalaku. Mungkin akan ada beberapa tetes air di sudut mata yang menemani. Tapi kau tak akan bilang siapa-siapa kan? Selalu, kau penjaga rahasia yg baik, setelah Rabb-ku tentu saja.

Posted from WordPress for Android

Perubahan

“Salahkah kalau aku ingin berubah?” Tanyaku padanya suatu hari, dengan mata berkaca.

Ia tersenyum, kemudian menjawab, “Tidak ada yang salah dengan perubahan. Namun sebelum berubah, ada baiknya kau jawab beberapa pertanyaan ini. Mengapa aku ingin berubah? Apakah aku perlu berubah? Kalau memang perlu berubah, perubahan seperti apa yang seharusnya aku lakukan? Akankah perubahan itu bertahan lama, atau hanya akan bertahan sesaat seiring meluapnya emosi? Dan yang terpenting, apakah perubahan itu dapat membuatku menjadi pribadi yang lebih baik? Aku doakan, semoga kau selalu menjadi pribadi yang berubah ke arah yang lebih baik.”

Posted from WordPress for Android

Age & Marriage

Sepupu 1: Ka ina umurnya berapa sih?
Ina: Ayo tebak (nyengir).
Sepupu 2: 20 ya?
Sepupu 1: 18? Atau 19?
Ina: 22 (nyengir).
Sepupu 2: Cepetan nikah atuh. Bibi X udah nikah tuh umur 21, umur 22 punya anak.
Ina: *kecil-kecil omongannya tua neh **kaboooooorrrr

Posted from WordPress for Android

Belajar Bersyukur

Suatu hari saat menjelang lebaran. Sebuah rumah sedang kedatangan tamu pasangan muda dengan anaknya yang baru berumur 2,5 tahun.

Pemilik rumah: Ini, ada angpao buat ade. (Sambil menyerahkan amplop kecil bergambar lucu yang berisi uang sekadarnya)
Anak: (mata berbinar, menerima amplop itu dengan raut wajah sumringah yang menggemaskan)
Ibu sang anak: Bilang apa, Nak?
Anak: Maacih (dengan logat cadel)
Ibu dan pemilik rumah: (tersenyum)
Anak: Ni apa, Bu? (Dengan logat cadel, sambil membolak-balik amplop yg “asing” menurutnya, masih dengan wajah sumringah)
Ibu dan pemilik rumah: (tertawa)

Walaupun si anak tidak tahu angpao itu sebenarnya benda apa, apa isinya, bagaimana menggunakannya, tapi dia tetap sumringah. Karena dia berpikir sederhana; dia mendapatkan sesuatu dari seseorang yang dikenal oleh orang tuanya dan dia senang. Andai bisa selalu berpikir seperti ini pada setiap hal yang diberikan olehNya. Semoga kita selalu bisa bersyukur atas semua pemberiaNya.

Posted from WordPress for Android

Takkan Terganti

Flashback beberapa tahun silam. Saat itu saya baru masuk kuliah. Masih cupu, kuper, karena semasa SMA hanya berteman buku dan kertas ujian. Lingkungan kampus yang baru pun memberikan nuansa yang baru; dinamis, penuh tantangan, dan pastinya penuh hal-hal baru yang mengejutkan.

Seperti biasa, tahun pertama jadi mahasiswa baru tidak lengkap kalau tidak ada ospek. Tugas menggunung, teriakkan dan omelan kakak tingkat yang memekakkan telinga, juga teman-teman baru yang beragam. Saya mulai mengenal “dunia luar”, yang ternyata jauh lebih berwarna daripada dunia saya selama ini.

Saat itulah saya mengenalnya, sebuah jejaring sosial bernama Multiply (MP). Tempat berbagi tulisan, foto, audio dan video. Kenal secara tidak sengaja tepatnya, karena tugas-tugas ospek di-publish melalui MP official panitia ospek fakultas saya. Saya pun membuat sebuah akun MP karena itu merupakan salah satu tugas ospek. Continue reading