Belajar Bersyukur

Suatu hari saat menjelang lebaran. Sebuah rumah sedang kedatangan tamu pasangan muda dengan anaknya yang baru berumur 2,5 tahun.

Pemilik rumah: Ini, ada angpao buat ade. (Sambil menyerahkan amplop kecil bergambar lucu yang berisi uang sekadarnya)
Anak: (mata berbinar, menerima amplop itu dengan raut wajah sumringah yang menggemaskan)
Ibu sang anak: Bilang apa, Nak?
Anak: Maacih (dengan logat cadel)
Ibu dan pemilik rumah: (tersenyum)
Anak: Ni apa, Bu? (Dengan logat cadel, sambil membolak-balik amplop yg “asing” menurutnya, masih dengan wajah sumringah)
Ibu dan pemilik rumah: (tertawa)

Walaupun si anak tidak tahu angpao itu sebenarnya benda apa, apa isinya, bagaimana menggunakannya, tapi dia tetap sumringah. Karena dia berpikir sederhana; dia mendapatkan sesuatu dari seseorang yang dikenal oleh orang tuanya dan dia senang. Andai bisa selalu berpikir seperti ini pada setiap hal yang diberikan olehNya. Semoga kita selalu bisa bersyukur atas semua pemberiaNya.

Posted from WordPress for Android

Thanks for your reply.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s