[Celoteh Malam] Antara Cinta, Roja’ dan Khouf

Sungguh, dalam setiap aktifitas yang kita lakukan, pasti ada pelajar yang bisa dipetik. Andai saja kita mau merenungkannya. Seperti aktifitas malam ini. Sederhana, hanya menggoreng kerupuk untuk teman makan malam. Saat kompor baru dinyalakan, minyak belum panas, kerupuk tidak akan mengembang, sebagus apapun kualitas kerupuk yang kita goreng. Begitu pula saat api terlalu besar, minyak sudah terlalu panas, kerupuk akan menjadi gosong. Di situ lah seninya menggoreng kerupuk.

Lalu apa pelajarannya? Entah kenapa di pikiran saya tiba-tiba terlintas dua kata itu: roja’ dan khouf. Roja’ artinya harapan, sedangkan khouf artinya rasa takut. Dua rasa ini, ditambah dengan rasa cinta, penting dalam melaksanakan ibadah kepada Allah Ta’ala. Dan kadar keduanya harus diatur sedemikian rupa, tidak boleh terlalu sedikit juga tidak boleh berlebihan. Ya, segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik.

Syaikh Al ‘Utsaimin berkata: “Ketahuilah, roja’ yang terpuji hanya ada pada diri orang yang beramal taat kepada Allah dan berharap pahala-Nya atau bertaubat dari kemaksiatannya dan berharap taubatnya diterima, adapun roja’ tanpa disertai amalan adalah roja’ yang palsu, angan-angan belaka dan tercela.” (Syarh Tsalatsatu Ushul, hal. 58) Syaikhul Islam berkata: “Khouf yang terpuji adalah yang dapat menghalangi dirimu dari hal-hal yang diharamkan Allah. “Sebagian ulama salaf mengatakan: “Tidaklah seseorang terhitung dalam jajaran orang yang takut (kepada Allah) sementara dirinya tidak dapat meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan.” (Al Mufradaat fii Ghariibul Qur’an hal. 162 dinukil dari Hushuulul Ma’muul, hal. 79)

Pembahasan lebih lengkap tentang roja’ dan khouf  bisa teman-teman baca di sini ya..

Antara Roja’ dan Khouf (1)

Antara Roja’ dan Khouf (2)

Semoga bermanfaat. ^^