Sungguh, Kau Lebih Indah dari Bidadari

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita- wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan
tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani)

sumber hadits

Posted from WordPress for Android

Formasi 9-1 dan 7-2

Saya penasaran sekali apa di dunia nyata ada yang seperti Severus Snape atau seperti Pak Wayan? Tau kan gimana kisah keduanya. Berpuluh tahun ga bisa move on dari cintanya. Dududuw… Nah, konon katanya ya.. mekanisme laki-laki mengelola perasaannya emang beda sama wanita. Ada seorang pria yang pernah bilang ke saya,

“kalo dinilai dalam angka, perempuan kalo udah cinta sama laki-laki itu bisa sampai angka 9 dari skala 10, tapi begitu dia sampai dititik harus move on, perempuan bisa menekan rasa cintanya sampai angka 1 atau bahkan 0 atau bahkan minus. Beda sama laki-laki, mereka maksimal akan mencintai pada angka 7, tapi hanya bisa menekan rasa cintanya pada angka 2.”

Nah, dengan teori di atas, bisa jadi orang seperti Snape dan Pak Wayan itu sebenarnya memang ada. Laki-laki ga pernah bisa benar-benar mengusir nama seseorang dari hatinya. Serem aja ngebayanginnya ya.. mungkin karena sebab inilah, muncul kata-kata bijak,

“lebih baik bagi seorang wanita menikah dengan laki-laki yang mencintainya bukan dengan lelaki yang dicintainya. Sebaliknya, bagi laki-laki lebih baik baginya menikah dengan wanita yang dicintainya.”

Saya jadi teringat kata-kata Salim. A. Fillah

“menikahi orang yang kita cintai itu kebetulan, tapi mencintai orang yang kita nikahi itu kewajiban.”

Saya pernah baca tapi lupa dimana, kalo ada yang ingat tolong kasih tau saya ya.

Pada diri setiap wanita, terdapat satu nama yang tak pernah ia ucapkan. Dan pada diri seorang pria, terdapat satu nama yang tak pernah bisa ia miliki.

Oleh sebab itulah selalu berusaha meng-nol-kan hati itu penting. #ntms ^,^

sumber

Posted from WordPress for Android