An Unforgettable Journey

Kutuliskan kisah perjalanan ini untukmu, Anakku sayang. Semoga suatu hari nanti dapat kau baca. Semoga ada hikmah yang bisa kau petik darinya.

Kamis, 24 Januari 2013, adalah salah satu hari bersejarah di hidup Ummi. Hari itu, dengan penuh harap dan keyakinan, Abi mengucapkan sebuah kalimat yang begitu agung. Kalimat yang tidak hanya mengubah status Ummi, tapi seluruh kehidupan Ummi. Kami resmi menikah.

Tiga hari setelah walimatul ‘ursy, Ummi langsung dibawa ke Dumai, lokasi kerja Abimu saat itu. Sedih dan kesepian Ummi rasakan. Saat itu Ummi sudah resmi jadi pengangguran. Pekerjaan di rumah sakit tempat Ummi bekerja dulu sudah diserahkan ke orang lain. Akhirnya Ummi coba mengisi waktu dengan mengerjakan pekerjaan rumah, memasak, browsing internet, baca buku, dan bersepeda keliling komplek. Lumayan untuk menghilangkan jenuh.

Kalau rasa rindu pada Kakek dan Nenekmu melanda, Ummi buka lagi foto-foto di laptop. Sesekali Ummi juga teleponan dengan mereka. Dalam rasa kesepian itu terbetik sebuah pikiran, mungkin saat sudah ada anak tidak akan kesepian lagi.

Alhamdulillah, Allah menjawab doa Ummi. Di bulan kedua pernikahan, Ummi terlambat haid. Ingin sekali segera memastikan apakah ini hamil atau bukan, tapi Ummi mengurungkannya. Ummi ingin memastikan dulu bahwa haid Ummi benar-benar terlambat (bahkan tidak datang :D). Akhirnya setelah seminggu haid Ummi tidak datang-datang juga, Ummi memberanikan diri untuk mengeceknya. Ummi meminta Abimu membelikan testpack. Abimu sampai membeli 5 buah testpack dengan merk berbeda supaya benar-benar yakin.

Pagi itu tanggal 23 Maret 2013, dengan hati berdebar Ummi coba tes pakai testpack. Dan hasilnya, ada 2 buah garis merah! Entah apa nama rasa yang Ummi rasakan saat itu. Yang jelas Ummi tidak bisa berhenti tersenyum. Ummi pun langsung memberi tahu Abimu begitu dia pulang dari masjid. Dia pun langsung mengucap syukur dan tersenyum, bahkan senyumnya lebih lebar dari senyum Ummi. :D

Rasa senang ini kemudian berganti cemas. Ummi baru ingat kalau besoknya Ummi akan ikut Abi dinas ke Jakarta naik pesawat, sekalian berkunjung ke tempat Kakek Nenekmu di Bekasi. Apa aman naik pesawat saat hamil muda? Usia kandungan pun Ummi belum tahu, karena belum sempat periksa. Bismillah, Ummi serahkan pada Allah saja. Dia lah sebaik-baik penjaga.

Alhamdulillah, ternyata kamu sudah hebat sejak dalam kandungan. Perjalanan Dumai-Bekasi tidak ada kendala sedikit pun walau kau masih janin berusia beberapa minggu. Ummi juga sempat jalan-jalan ke Depok, keliling-keliling UI, makan dan nonton bioskop di mall. Bisa dibilang nekat, karena sudah tahu hamil muda masih beraktifitas yang melelahkan. Belum periksa pula, soalnya Ummi berniat periksa kandungannya di dekat rumah Nenekmu saja.

Tiba di rumah Nenek, Ummi langsung cerita tentang kehadiranmu di rahim Ummi. Ummi kemudian diantar untuk periksa di bidan dekat rumah. Alhamdulillah, kata Bu bidan usiamu sekitar 5 minggu, dan kondisimu sehat wal’afiat. Bu bidan meresepkan vitamin dan obat anti mual untuk Ummi. Obatnya diminum kalau Ummi mual saja katanya. Tapi lagi-lagi kau memang luar biasa. Obat anti mual itu tidak satu pun Ummi minum, karena kehadiranmu begitu damai di rahim Ummi. Tidak ada pusing, mual atau muntah sama sekali. Yang ada napsu makan Ummi meningkat. Kendala yang Ummi alami hanya Ummi jadi tidak begitu suka makan nasi. Tapi masih banyak makanan penggantinya.

Dua minggu berselang dari perjalanan dinas ke Jakarta, Abimu dapat dinas lagi ke Pekanbaru. Ummi ikut lagi, soalnya Abimu khawatir kalau meninggalkan Ummi sendirian. Dan kamu tidak pernah ‘rewel’ selama di perjalanan. Anak hebat. :)

Perjalanan Dumai – Pekanbaru waktu itu memakan waktu 6 jam naik mobil. Jalanannya berbelok-belok dan agak bergelombang karena rusak. Usia 7 minggu dalam kandungan kamu sudah diajak off road, Nak! Di Pekanbaru Ummi dan Abi memutuskan untuk memeriksakanmu di rumah sakit yang lebih lengkap peralatannya. Di sanalah pertama kalinya Ummi melihat ‘wujud’mu, gumpalan mungil di rahim Ummi. Sebuah gumpalan kehidupan yang mampu mengubah hidup Ummi jadi lebih berwarna. :)

Sejak mengetahui Ummi hamil, Abimu jadi tambah perhatian. Ummi tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah yang terlalu berat. Kalau nyapu, Abi yang ngepel. Kalau nyuci, Abi yang jemur. Kalau Ummi pengen makan sesuatu pasti langsung dibelikan. Ummi nggak minta pun malah Abi yang menawarkan. Senangnya Ummi mengandung dirimu. :)

Tidak lama kemudian Abimu dapat dinas lagi ke Jakarta. Abimu memang sering dapat dinas. Medan, Pekanbaru, Jakarta. Ummi selalu ikut, soalnya Abimu takut meninggalkan Ummi sendirian, apalagi Ummi sedang hamil. Sampai usia kandungan di penghujung 7 bulan entah sudah berapa kali Ummi bolak-balik ikut dinas. Mungkin saat sudah besar nanti kamu akan jadi penjelajah. :D

Keadaan fisik Ummi selama mengandungmu memang baik-baik saja. Tapi emosi Ummi jadi agak fluktuatif. Ummi jadi gampang sekali ngambek dan menangis. Yang kena getahnya ya siapa lagi kalau bukan Abimu. Pulang kerja terlambat sedikit saja pasti wajah Ummi sudah berubah nggak karuan. Alhamdulillah, untungnya Abimu orangnya sabar. (Maafin Ummi ya, Bi. ^^)

Awalnya Ummi berencana melahirkanmu di Dumai saja. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya Ummi melahirkanmu di Bekasi. Ummi ‘mengungsi’ di rumah Nenekmu di Bekasi sejak usia kandungan menginjak 8 bulan. Sejak saat itu Ummi dan Abi berjauhan (Long Distance Relationship). Abi datang ke Bekasi tiap dua minggu sekali.

Berjauhan dengah Abi kadang bikin Ummi galau. Ummi suka berpikir, bagaimana kalau nanti melahirkan pas Abi sedang tidak di Bekasi. Ini kan kehamilan pertama, Ummi sangat ingin ditemani Abi saat melahirkan nanti. Tapi kapan kamu siap lahir hanya kamu dan Allah yang tahu kan? Jadinya Ummi cuma bisa berdoa dan ‘membujuk’mu supaya lahir saat Abi di Bekasi.

Dan lagi-lagi, kamu memang luar biasa. Kamu lahir di saat Abi di Bekasi. Proses kelahiranmu Ummi ceritakan di tulisan lain ya, Nak. Semoga kamu sehat selalu, jadi anak pintar, sholeh, dan bermanfaat untuk sesama. Ummi Abi love you, Umar Faiz Abdullah. ❤

Thanks for your reply.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s