Sungguh, di balik musibah yang begitu menyayat hati, ada banyak kabar gembira untukmu, Anna. Karena Allah sayang padamu. :)

Dari Abu Musa al-Asy’ari, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila anak
seorang hamba meninggal dunia, maka Allah
bertanya kepada malaikat, ‘Apakah kalian
mencabut nyawa anak hamba-Ku?‘ Mereka
menjawab, ‘Ya’. Allah bertanya lagi, ‘Apakah kalian mencabut nyawa buah hatinya?‘ Mereka menjawab, ‘Ya’. Allah bertanya lagi, ‘Apa yang diucapkan hamba-Ku?‘ Malaikat menjawab, ‘Dia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raajiun‘. Kemudian Allah berfirman, ‘Bangunkan untuk hamba-Ku satu rumah di surga. Beri nama rumah itu dengan Baitul Hamdi (rumah pujian)‘.”
[HR. Tirmidzi dan dihasankan syaikh Al-
Albani]

“Dikatakan kepada anak yang mati ini,
‘Masuklah ke dalam surga’. Kemudian si anak mengatakan, ‘Tidak, sampai orang tuaku masuk surga’. Kemudian disampaikan
kepadannya, ‘Masuklah kalian ke dalam surga bersama orang tua kalian’.”
[HR. Nasa’i dan dishahihkan Al-Albani]

“Tidaklah seorang muslim yang ditinggal
mati oleh tiga anaknya, yang belum baligh,
kecuali Allah akan memasukkannya ke
dalam surga dengan rahmat yang Allah
berikan kepadanya.” (HR. Bukhari)

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu ,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika ada seorang muslim yang ditinggal
mati tiga anaknya yang belum baligh maka
anak itu akan menjadi tameng untuk
orang tuanya dari neraka.” Kemudian ada
sahabat yang bertanya, “Bagaimana jika
dua orang?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam menjawab, “ Meskipun yang mati
cuma dua anak.”

Wallahu a’lam

View on Path