Hari Ini, Setahun yang Lalu

Hari ini, setahun yang lalu
Dua botol infus menemani setia
Berharap gelombang cinta segera tiba
Tanda bahwa kita akan segera bersua

Hari ini, setahun yang lalu
Gelombang cinta yang dinanti akhirnya tiba
Meski harus dihadapi dengan rintih dan peluh
Harapan kian membuncah, waktu kian dekat

Hari ini, setahun yang lalu
Peluh bercucuran mengundang iba
Sosok mungil itu mulai terasa
Perjumpaan hampir di depan mata

Hari ini, setahun yang lalu
Tangismu dan tangisku bersatu
Mengabarkan dengan lantang pada dunia
Aku bahagia!

Hari ini, setelah setahun berlalu
Sosok mungil itu kini di sampingku
Tumbuh sehat dan ceria
Bersiap menatap masa depan

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Umar Faiz Abdullah
251113 – 251114
👶😘💖💋

by Ina Ummu Umar

MUTIARA HIKMAH

Wasiat Rasulullah Untuk Para Wanita

Dari Abu Said Khudri radhiyallaahu ‘anhu

Bahwa Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,.

”Wahai sekalian wanita bersedekahlah!,

Sesungguhnya aku melihat kalian banyak menjadi penghuni neraka.

”Para wanita berkata,“Kenapa demikian, wahai Rasulullah?”

Rasul menjawab, “Kalian banyak melaknat dan durhaka kepada suami.“

(HR.Bukhari dan Muslim)

View on Path

MUTIARA HIKMAH.

《Buat Mereka Tertawa Sebagaimana Engkau Telah Membuat Mereka Menangis》

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال جئت أبايعك على الهجرة وتركت أبوي يبكيان فقال ارجع إليهما فأضحكهما كما أبكيتهما

Dari Abdullah bin Amr berkata, “Seseorang datang menemuai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam seraya berkata, ‘Saya datang demi berbaiat kepadamu untuk berhijrah, namun saya meninggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.’ Maka Rasulullah bersabda, ‘Pulanglah kepada kedua orang tuamu, buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.’’

(HR. Abu Dawud).

Faidah:

1. Hadist yang semakna juga diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam kitab birrul waalidain.

2. Hijrah merupakan amalan yang paling agung sebelum penaklukan kota Makkah, akan tetapi Rasulullah mengedepankan kewajiban berbakti kepada kedua orang tua ketimbang hijrah.

3. Menggembirakan hati kedua orang tua dan membuat keduanya tertawa termasuk amal bakti yang sangat dianjurkan, sebagaimana menyakiti hati dan membuat keduanya bermuram durja merupakan bentuk kedurhakaan yang kelak akan berbalas.

4. Bila kita pernah membuat kedua orang tua menangis, maka tebusannya adalah dengan membuat keduanya kembali tertawa.

5. Kewajian berbakti kepada kedua orang tua tetap berlaku sekalipun keduanya kafir. Akan tetapi bila keduanya mengajak pada kesyirikan dan maksiat kita tidak wajib mentaatinya.

Wallahu a’lam

_________________
ACT El Gharantaly

View on Path

Deteksi Diri Anda…

Ciri-ciri anda terjangkiti hasad kepada si dia:

– Jika dia mendapat kenikmatan maka sesak dada anda

– Jika ia dipuji orang lain maka anda tidak suka

– Jika dia terkena musibah atau dijatuhkan oleh orang lain, serasa ada secercah kebahagiaan di hati anda

– Jika dia dijatuhkan atau dighibahi di hadapan anda, maka berat bagi anda untuk membelanya

Solusi :

– Berdoa kepada Allah agar penyakit anda ini hilang

– Usahakan memuji dia, paksakan diri anda melawan nafsu hasad

– Kalau perlu kunjungi rumahnya dan bawakan hadiah buat dia

– Ingat bahwa hasad anda sama sekali tidak bakalan menjatuhkan dirinya, sama sekali tidak memberi kemudorotan kepadanya, justru andalah yang tersiksa !!, merana..!!

Ust Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

#selfreminder

View on Path

Bikin Kue Nggak Perlu Mahal (My First Cake)

Keinginan saya dari dulu adalah bisa membuat kue sendiri. Tapi sependek yang saya tau, membuat kue itu butuh peralatan seperti mixer dan oven. Bahan yang dipakai juga biasanya banyak dan mahal. Jadi saya pending keinginan saya itu. Nanti saja kalau sudah tinggal di rumah sendiri, dan sudah ada rezeki untuk beli peralatan mahal itu. :D

Tapi suatu hari saya lihat posting-an seseorang di grup memasak yang saya ikuti. Beliau mengirim resep kue hasil karyanya. Tidak perlu pakai mixer, oven, dan bahannya juga sederhana. Langsung saja saya catat. Lumayan untuk praktek bikin kue pertama kali.

Karena baru pertama kali praktek, semua bahannya saya pakai setengah dari takaran yg tertulis. Jadi kalo gagal nggak terlalu mubadzir, hehe. Ini saya tuliskan resep dengan takaran aslinya ya.

Bahan:
1 cup air hangat
1/2 cup minyak sayur
1 1/2 cup tepung terigu
1 cup gula pasir
1/2 cup cokelat bubuk
1/2 sdt vanili
1 sdt baking powder
1/2 sdt garam
Mentega untuk olesan loyang
Topping untuk kue sesuai selera

Cara membuat:
1. Campurkan semua bahan cair
2. Campurkan semua bahan kering
3. Tuangkan bahan cair ke dalam bahan kering, aduk asal tercampur rata pakai sendok
4. Tuangkan adonan ke loyang yang sudah diolesi mentega
5. Kukus dengan api sedang selama 25-30 menit (kukusan telah dipanaskan sebelumnya, alasi tutupnya dengan serbet), lakukan tes tusuk sebelum diangkat
6. Dinginkan kue yang sudah matang sebelum dikeluarkan dari loyang
7. Hias kue sesuai selera.

Note:
– Jangan diaduk terlalu lama karena akan menyebabkan kue menjadi bantat
– Cup yang digunakan berukuran 160 ml

Voila! Hasilnya sunggu diluar dugaan saya. Kuenya lembut, rasanya juga enak. :D

image

Selamat mencoba! ^^
*sumber resep: grup ARKME

by Ina Ummu Umar

Yang‬ paling dicintai oleh Allah

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:
“Orang yang paling Allah cintai adalah yang paling bermanfaat untuk manusia..

Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang di masukkan ke hati muslim..

Aku berjalan bersama seorang saudara untuk kebutuhannya, lebih aku sukai dari pada I’tikaf di masjidku sebulan lamanya…

Siapa yang menahan amarahnya, maka Allah akan tutupi aibnya..

Siapa yang menahan kemurkaannya, padahal ia mampu melaksanakannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan pengharapan pada hari kiamat..

Siapa yang berjalan untuk kebutuhan saudaranya sampai terpenuhi, maka Allah akan kokohkan kakinya di hari banyak kaki tergelincir (dalam api Neraka)..

(Shahih tharghiB)

Itulah islam..
Selalu menyuruh pemeluknya untuk berjiwa sosial..
Bukan hanya memikirkan kesenangan pribadi..
Islam mendidik untuk berjiwa mulia..
Bukan jiwa yang kerdil yang hanya mengharapkan bantuan manusia..

➡ Oleh: أُسْتَاذُ Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعال

°°°°°BBG AL-ILMU°°°°°

View on Path