MENCELA HUJAN = MENCELA DZAT YANG MEMBERI HUJAN

Protes seorang hamba ketika Allah menetapkan taqdir, sejatinya dia protes kepada Allah. Dalam hadis qudsi, Allah ta’ala melarang kita mencela keadaan yang Dia ciptakan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, bahwa Allah Ta’ala berfirman,
“Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Akulah pemilik masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang.” (HR. Bukhari 4826, Muslim 6000, dan yang lainnya).

Dalil di atas berbicara tentang hukum mencela waktu. Kasus mencela hujan, tidak berbeda dengan mencela waktu. Para ulama memberikan rincian hukum untuk kasus mencela waktu, hujan atau semacamnya:
1. Hanya sebatas memberitakan. Misalnya, seseorang mengatakan: ‘Sepatu saya rusak karena kehujanan.’ ‘Motor saya macet karena kehujanan.’
2. Mencela hujan dengan maksud mencela ketetapan dan takdir Allah. Misalnya mengatakan, ‘Ini hujan, ngapain turun. Bikin tambah macet aja.’ ‘Sebel, hujan terus. Pagi-pagi sudah hujan.’

Celaan semacam ini termasuk perbuatan dosa, karena hakekatnya, dia mencela Allah.

🌐 konsultasisyariah.com

*Jadi, lebih baik berdoa aja yuk saat hujan. Allahumma shayyiban nafi’an, Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat. Bisa juga ditambah doa yang lain sesuai kebutuhan kita, karena saat hujan adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Wallahu a’lam.

View on Path