Celoteh Ummi: Melarang Bukan Tak Sayang

Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun tidak setiap orang tua menempuh cara yang sama dalam mewujudkan keinginan tersebut. Sebagai orang tua baru, saya mencoba belajar dari kehidupan di sekitar saya. Memilih dan memilah, mana yang kira-kira cocok untuk saya terapkan pada Umar dan adik-adiknya (in syaa Allah) nanti.

Ada satu contoh yang membekas dalam diri saya. Sebut saja namanya A. Orang tua A sangat memanjakannya. Apa yang dia minta pasti diberikan. Jarang sekali dilarang atau ditegur walaupun sudah bertindak keterlaluan (menurut saya). Dalih orang tua A mengapa bertindak seperti itu adalah karena mereka sayang pada A. Diberikan ini itu karena tidak ingin A merasa minder dengan teman-temannya yang juga punya ini itu. Kalaupun A berbuat salah mereka akan langsung memaafkannya tanpa ada proses pembelajaran dari kesalahan itu. Pokoknya mereka ingin A hidup nyaman sedemikian rupa, bebas tanpa batas.

Kini saya lihat A tumbuh menjadi anak yang berani melawan orang tua. Kalau ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannya maka dia akan marah pada orang tuanya, dan orang tuanya menerima saja diperlakukan seperti itu. Sekalinya orang tuanya marah dan bicara dengan nada agak tinggi, nada suara A jauh lebih tinggi lagi saat menjawabnya.

Na’udzubillah, semoga saya dijauhkan dari sikap seperti itu. Sesayang-sayangnya saya sama anak, saya akan tetap melarang kalau anak saya melakukan hal yang tidak semestinya dilakukan. Salah satu contohnya, ketika sakit beberapa waktu yang lalu, Umar jadi rewel dan ‘hobi’ memukul orang. Ada yang bilang, nggak apa-apa dia pukul-pukul, kan lagi sakit. Tapi saya tetep keukeuh melarang. Saya tidak mau Umar punya kebiasaan jelek memukul orang, walau punya excuse sedang sakit. Anak kecil belum tahu mana yang benar mana yang salah. Seharusnya kita sebagai orang tua yang mengajarkannya. Kalau tidak dilarang, anak akan berpikir kalau perbuatan itu boleh dilakukan. Nanti takutnya malah keterusan.

Ternyata pola pikir saya sejalan dengan Bunda Elly Risman dalam seminar parenting-nya. Menurut Bunda Elly, pengasuhan yang efektif adalah cinta yang tidak permisif (semua boleh), cinta yang kuat untuk membiarkan anak berbuat salah dan menjalani konsekuensi, dan cinta yang tidak mentolerir tingkah laku yang tidak terpuji.

Allah Azza wa Jalla yang sangat menyayangi hambanya pun memberikan batasan berupa larangan. Jangan syirik, jangan mendekati zina, jangan durhaka pada orang tua, jangan mengolok-olok orang lain, jangan minum khamr dll. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang sangat menyayangi umatnya juga memberikan larangan. Melarang ghibah, melarang makan uang suap, melarang saling bermusuhan, melarang meniru orang kafir, dll.

Jadi, melarang bukan berarti tidak sayang kan? Justru karena kita terlalu sayang pada anak, kita akan melarang anak dari hal yang tidak baik untuknya, baik fisik maupun mentalnya. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk mencintai anak-anak kita, dengan cinta yang efektif. Aamiin.

Wallahu a’lam.

by Ina Ummu Umar

Thanks for your reply.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s