CATATAN PINGGIR 

Mungkin kita pernah mendengar ungkapan ahli hikmah yang berbunyi: 

رضا الناس غاية لا تدرك 

“Ridho manusia adalah cita yang tak bisa diraih”

Tapi seringkali ungkapan ini dinukil setengah-setengah. Padahal ungkapan ini mengandung makna yang sangat luar biasa bila dinukil seutuhnya.

رضا الناس غاية لا تدرك ورضا الله غاية لا تترك ، فاترك ما لا يدرك ، وأدرك ما لا يترك

“Ridho manusia adalah cita yang tak bisa diraih, sedangkan ridho Allah adalah sesuatu yang tak sepatutnya ditinggal. Oleh karena itu, tinggalkanlah apa yang tidak mampu diraih, dan raihlah apa yang tak sepatutnya ditinggal.”

Berharap pada manusia itu melelahkan.
Bila engkau memiliki 99 kebaikan dan satu keburukan, maka mereka akan mencelamu karena satu kesalahan itu dan melupakan 99 lainnya.
Begitulah laku manusia…

Tapi tidak dengan Allah. .
Bila engkau memiliki 99 keburukan dan satu 1 kebaikan, maka Allah akan mengampunimu karena satu kebaikan itu berkat kemurahan-Nya. Itu bila engkau tidak menyekutukan-Nya.
Begitulah kasih Allah..

Jadi… mengapa engkau sibuk mencari simpati manusia lalu menjauh dari Allah.?

________________
Madinah 11-04-1436 H
ACT El Gharantaly

View on Path

My Fusion Risoles

Sekarang kan lagi zamannya makanan fusion ya. Contohnya kayak makanan western dipadukan dengan makanan lokal gitu. Nah, saya mau coba nih bikin sesuatu yg nggak biasa. Sebetulnya sih bukan menyengajakan diri untuk bikin makanan yang aneh-aneh. Tapi isi kulkas yang memaksa saya bereksperimen. Kayak apa ya jadinya? Yuk lanjut bacanya biar nggak penasaran. 😋

Jadi tadi saya lagi lihat-lihat file resep. Trus nemu resep American Risoles. Bahan-bahannya juga gampang, cuma bikin kulitnya plus diisi daging asap, telur, mayones, dan keju. Daging asap saya nggak punya, tapi saya punya sosis. Oke, bisa diatur lah. Eh, ternyata pas saya buka kulkas, telur cuma cukup untuk adonan kulit, untuk isi nggak ada. Sosis juga tinggal 2, nggak cukup kalo misal isinya cuma mau sosis tanpa telur. Tapi, masih ada tahu putih 3 biji. Jengjeng! American risoles isi tahu & sosis? Fusion banget nggak sih?? 😝

Gimana rasanya ya? Kalo kata narasumber yang nggak mau disebut namanya (aka suami 😁) sih enak. Umar juga langsung abis 1,5 biji risoles ukuran besar. Yuk ah cuss lihat resepnya.

My Fusion Risoles

Bahan kulit:
100 gr tepung terigu
1 sdt garam
1 butir telur
250 ml susu cair
1 sdm mentega, lelehkan
Margarin secukupnya untuk olesan

Bahan isi:
2 buah sosis, potong sesuai selera
2 buah tahu ukuran sedang, potong sesuai selera
6 sdm mayones dicampur dengan sedikit susu kental manis, 100 gr keju cheddar parut, dan saos tomat (ganti saos sambal jika ingin pedas).

Bahan pelapis:
Larutan tepung & air secukupnya, dibuat agak kental.
Tepung panir secukupnya

Cara membuat kulit risoles:
1. Taruh terigu di dalam mangkuk besar.
2. Tambahkan garam, telur, aduk rata.
3. Tambahkan susu sedikit demi sedikit, aduk lagi sampai rata.
4. Tambahkan mentega leleh, aduk sampai rata, kemudiankan diamkan adonan sekitar 30 menit.
5. Olesi wajan datar dengan margarin, panaskan dengan api sedang.
6. Tuang 1 sendok sayur adonan, ratakan, tunggu 2-3 menit, angkat.
7. Ulangi sampai adonan habis. Hasilnya sekitar 13-14 lembar kulit.

Cara membuat risoles:
1. Bentangkan kulit, isi dengan potongan sosis & tahu, lalu lumuri dengan campuran mayones. Lipat seperti amplop. Lakukan hal yang sama sampai kulit risoles habis.
2. Celupkan risoles ke dalam larutan tepung & air, kemudian gulingkan di tepung panir.
3. Simpan di kulkas kira-kira 1 jam, setelah itu goreng hingga kuning keemasan.

Dan ini hasilnya:

image

Gampang kan? Yuk dicoba di rumah. Siapa tau nanti dapet ide fusion yang lebih keren. Risoles isi tempe atau teri medan misalnya. 😁

by Ina Ummu Umar

Setelah beberapa hari lalu berhasil bikin bakso ayam, hari ini mau nyoba bikin bakso sapi. Tapi ternyata gagal.. 😭😭

Eh, tapi Umar malah doyan bakso yang kelembekan itu. Haha, di situ sy merasa terselamatkan (ga perlu ngabisin produk gagal sendirian).. 😂😂

View on Path

Celoteh Umar: Nanun, Naci, Aamiin

Suatu pagi, nggak lama setelah adzan subuh berkumandang. Abu umar pamit mau ke masjid. Umar yang sudah bangun dadah-dadah ke Abinya. Abis itu langsung sibuk bangunin Umminya yang masih leyeh-leyeh di kasur (karena lagi nggak solat).

Umar: “Nanun.. Nanun..” (Bangun, bangun)
Ummi: “Bentar lagi ah, ummi masih pengen tiduran.”
Umar: “Nanuuuunnn..” (Kali ini sambil narik-narik kepala saya).
Ummi: 😥

***

(Hampir) setiap hari, setelah selesai solat. Umar buru-buru nyamperin umminya yang lagi ngelipat mukena.

Umar: “Nacii.. Nacii..” (Sambil nyodorin Al Qur’an)
Ummi: “Umar mau ummi ngaji? Ayo.”
Ummi: Ngaji, Umar mendengarkan sambil tunjuk2 mushaf. :)

***

Ngeliat hp Umminya tergeletak, buru-buru diambil dan dikasih ke Umminya.

Umar: “Nacii..” (Sambil nyodorin hp)
Ummi: “Umar mau disetelin ngaji? Bentar ya.”

Saya setel murottal surat Al Fatihah. Itu aja berulang-ulang. Dan setiap akhir surat Umar dengan semangat sambil nyengir ikutan bilang “Aamiin”.

Saya setel terus murottalnya sambil nyusuin Umar. Umar udah kleyep-kleyep mau tidur, eh surat Al Fatihah nya udah di ujung lagi. Trus dia melek lagi dan bilang “Aamiin” dengan mata yang udah sayu. 😁

Jadi anak sholih ya, Umar Sayang. 😘

by Ina Ummu Umar

Percayalah..

Bahwa segala yang tertulis untukmu tidak akan hilang atau berpindah dan menjadi milik orang lain. Termasuk jodoh. Semua berjalan menurut takdir-Nya. Kita hanya perlu menunggu hingga semua berakhir indah bersama orang yang tepat di waktu yang tepat.
___________
Madinah 23-06-1436 H
ACT El-Gharantaly

*I’m so thankful I found you. Thank God I found you. 😘 #Alhamdulillah with Gama Ufiz

View on Path

Marriage & LDR

Tumben bener malam ini Umar tidur cepet banget. Baru dikelonin beberapa menit udah pules. Kalo ada Abinya dikelonin setengah jam juga belom tidur-tidur.

Terus sekarang giliran Umminya menggalau deh. Biasanya tidur diapit dua cowok ganteng, malam ini cuma ditemani satu cowok. Kasur sebelah kiri kosong, ditinggal dinas oleh sang penghuni. Menyisakan hampa yang menyesakkan dada. #apasih

Kalo lagi begini saya jadi suka berpikir, betapa hebatnya pasangan yang tinggal berjauhan. Pasti rasa rindunya bertumpuk mendesak sampai ubun-ubun. Entah apapun alasannya, tapi tinggal berjauhan adalah pilihan terakhir yang akan saya dan suami ambil. Apalagi tinggal berjauhan hanya karena karir. Ada istri yang terlalu sayang pada karirnya sehingga rela berpisah dari suami. Padahal sebetulnya pintu surga istri adalah suami, bukan karir. :)

Jadi ingat saya pernah baca tulisan tentang rezeki. Kurang lebih isinya begini:

Suami kerja + istri kerja = rezeki 100%
Suami kerja + istri tidak kerja = rezeki 100%

Jadi, kerja nggak kerja ya sama aja rezeki mah tetep 100%, nggak bakal dikurangin sama Allah. Cukup atau nggak penghasilan nggak dilihat dari nominalnya, tapi dari hati kita. Kita merasa cukup atau enggak. Toh rezeki itu nggak sebatas materi. Anak sehat dan berprestasi itu rezeki. Suami semangat kerja dan betah di rumah itu juga rezeki.

Tapi ya, hidup itu memang pilihan. Mau pilih kerja atau nggak itu terserah masing-masing. Konsekuensinya juga ditanggung masing-masing kok. Kalaupun memang istri harus bekerja karena penghasilan suami benar-benar tidak mencukupi ya silakan. Tetapi tetap bisa dilakukan di tempat yang berdekatan kan? Satu kota, atau mungkin wirausaha di rumah. Yang penting tetap bersama.

Ada juga sih yang LDR bukan karena karir. Karena pendidikan misalnya. Kalau itu sih susah juga ya, apalagi pendidikannya di luar negri dan tidak memungkinkan membawa keluarga. Kalo untuk kasus seperti itu, ya sabar aja kali ya. In syaa Allah kesabarannya akan berbuah manis. :)

Aduh, kenapa jadi ngalor-ngidul begini. Udah ah, saya mau bobo dulu. Biar cepet besok, terus cepet ketemu Ayang deh. ;)

by Ina Ummu Umar