Percayalah..

Bahwa segala yang tertulis untukmu tidak akan hilang atau berpindah dan menjadi milik orang lain. Termasuk jodoh. Semua berjalan menurut takdir-Nya. Kita hanya perlu menunggu hingga semua berakhir indah bersama orang yang tepat di waktu yang tepat.
___________
Madinah 23-06-1436 H
ACT El-Gharantaly

*I’m so thankful I found you. Thank God I found you. 😘 #Alhamdulillah with Gama Ufiz

View on Path

Marriage & LDR

Tumben bener malam ini Umar tidur cepet banget. Baru dikelonin beberapa menit udah pules. Kalo ada Abinya dikelonin setengah jam juga belom tidur-tidur.

Terus sekarang giliran Umminya menggalau deh. Biasanya tidur diapit dua cowok ganteng, malam ini cuma ditemani satu cowok. Kasur sebelah kiri kosong, ditinggal dinas oleh sang penghuni. Menyisakan hampa yang menyesakkan dada. #apasih

Kalo lagi begini saya jadi suka berpikir, betapa hebatnya pasangan yang tinggal berjauhan. Pasti rasa rindunya bertumpuk mendesak sampai ubun-ubun. Entah apapun alasannya, tapi tinggal berjauhan adalah pilihan terakhir yang akan saya dan suami ambil. Apalagi tinggal berjauhan hanya karena karir. Ada istri yang terlalu sayang pada karirnya sehingga rela berpisah dari suami. Padahal sebetulnya pintu surga istri adalah suami, bukan karir. :)

Jadi ingat saya pernah baca tulisan tentang rezeki. Kurang lebih isinya begini:

Suami kerja + istri kerja = rezeki 100%
Suami kerja + istri tidak kerja = rezeki 100%

Jadi, kerja nggak kerja ya sama aja rezeki mah tetep 100%, nggak bakal dikurangin sama Allah. Cukup atau nggak penghasilan nggak dilihat dari nominalnya, tapi dari hati kita. Kita merasa cukup atau enggak. Toh rezeki itu nggak sebatas materi. Anak sehat dan berprestasi itu rezeki. Suami semangat kerja dan betah di rumah itu juga rezeki.

Tapi ya, hidup itu memang pilihan. Mau pilih kerja atau nggak itu terserah masing-masing. Konsekuensinya juga ditanggung masing-masing kok. Kalaupun memang istri harus bekerja karena penghasilan suami benar-benar tidak mencukupi ya silakan. Tetapi tetap bisa dilakukan di tempat yang berdekatan kan? Satu kota, atau mungkin wirausaha di rumah. Yang penting tetap bersama.

Ada juga sih yang LDR bukan karena karir. Karena pendidikan misalnya. Kalau itu sih susah juga ya, apalagi pendidikannya di luar negri dan tidak memungkinkan membawa keluarga. Kalo untuk kasus seperti itu, ya sabar aja kali ya. In syaa Allah kesabarannya akan berbuah manis. :)

Aduh, kenapa jadi ngalor-ngidul begini. Udah ah, saya mau bobo dulu. Biar cepet besok, terus cepet ketemu Ayang deh. ;)

by Ina Ummu Umar