Tas belanja ini primadona banget deh kalo dibawa ke pasar.. Kata suami, udah ada beberapa ibu yg nanya beli tas ini d mana.. Tas spesial nih, dibikinin sama mba Jumi.. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Ahad kemaren ada kejadian unik lagi. Suami lagi belanja ke pasar. Pas suami lagi jalan nyari belanjaan, di belakangnya ada ibu2 (sebut aja ibu A) lagi jalan juga. Hari itu pasar lg rame, jadi keadaan agak berdesakan. Dari arah berlawanan papasan sama ibu lain (ibu B), yg udah ngeliatin tas belanja yg dibawa suami. Eh, terus ibu B nanya ke ibu A, tasnya bagus, Bu. Unik gitu, beli di mana?

Suami nengok ke belakang. Ibu B nanya ke ibu A sambil ngeliatin tas yg dibawa suami. Kayaknya ibu B nyangka suami sy asisten ibu A yang lagi bawain belanjaannya. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Ibu A yg ditanya cuma bisa geleng2 kepala sambil bilang itu bukan tas dia. Suami sy mah ngeloyor aja, lanjut nyari belanjaan. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ – with jumi

View on Path

Resep: Kulit Pangsit

Nyari kulit pangsit di sini susah banget deh. Udah nanya sama pedagang di pasar pada bilang nggak tau. Yowes, kita bikin sajalah. 😁

Ini resep saya dapat dari cookpad. Tapi karena saya malas ngeluarin timbangan, jadi saya modifikasi resepnya pakai ukuran sendok. Hasilnya tetep enak kok. ;)

Kulit Pangsit

Bahan-bahan:
13 sdm munjung tepung terigu protein tinggi
1 sdm munjung tepung tapioka/kanji
1 sdm minyak goreng
1/2 sdt garam
70 ml air panas

Cara:
1. Campur tepung terigu, kanji, & garam, aduk rata.
2. Masukkan minyak goreng & air panas, aduk rata hingga menggumpal.
3. Uleni hingga agak kalis.
4. Diamkan 15 menit, kemudian giling di gilingan mie dr no 1 hingga no 5 sebanyak beberapa kali hingga adonan halus & mulus. Jangan lupa taburi tepung kanji.
5. Lanjutkan dg menggiling di nomor 6, 7, 8, 9, masing-masing sebanyak 1 kali.
6. Potong segi empat, siap digunakan.

Karena gilingan mie punya saya entah kemana gagangnya (gara-gara suka dimainin ‘Umar 😥), jadi saya menggiling manual. Jangan tanya pegalnya kayak apa ya. 😂

Resep di atas bisa menghasilkan 19 pcs kulit pangsit. Itu pun sudah saya buat setipis yang saya bisa. Mungkin kalau lebih tipis & pakai gilingan mie bisa lebih banyak hasilnya.

image

Kulit pangsit yang sudah jadi bisa dibuat pangsit kuah atau goreng. Bisa juga untuk kulit siomay. Saya buat jadi pangsit kuah alhamdulillah enak, kulitnya nggak gampang sobek. Kalau ada sisa bisa dibungkus plastik atau ditaruh di kotak kedap udara, kemudian disimpan di freezer.

Ini percobaan pertama saya. Pas banget masih ada stok bakso sapi mix tempe homemade di freezer buat melengkapi.

image

Tinggal tambahin mie, lengkap deh. Mie nya homemade juga. Jadi pengen bikin. 😁

Selamat mencoba. :)

by Ina Ummu Umar

Alhamdulillah, jadi juga bikin pangsit (dari kulitnya, isinya, terus kuahnya).. Kalo baksonya udah bikin dari pas daging kurban masih ada.. ๐Ÿ˜„
Bikinnya berjam-jam, makannya gak sampe 10 menit.. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Tag yg request ah, biar cepet pulang.. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜
Posting resepnya ntar-ntaran aja ah, masih pegel.. ๐Ÿ˜… – with Gama Ufiz

View on Path

INSPIRASI PAGI

~Renungan Tentang Rezeki~

Rezeki itu tidak terbatas pada harta dan makanan, rezeki Allah itu luas. Bisa jadi rezeki itu berupa teman yg sholih,
Atau pikiran yang tenang dan rileks, Atau tidur yang nyenyak,
Atau tempat bernaung yang membutmu tidak butuh pada orang lain dan terhina,
Atau berupa pemandangan yg menyejukkan hati dan mengubah moodmu,
Atau berupa seseorang yg mencintaimu dan bersabar atas segala kesalahanmu,
Atau berupa kata-kata indah yang engkau baca,
Atau berupa kasih sayang ibu dan ayah,
Atau berupa pundak orang yang engkau cintai sebagai tempatmu menangis,
Atau berupa kesempatan duduk bersama saudara-saudari yang membuatmu bisa menghapus kegalauan,
Atau berupa rasa hormat dari orang-orang disekelilingmu,
Atau berupa hadiah dari orang yang begitu berarti bagimu,
Atau berupa kemampuanmu untuk melayani diri sendiri.
Begitulah..
Disetiap kondisi selalu ada rezeki Allah untuk kita.
Ya Allah kurniakan kami ridho-Mu, sesungguhnya Engkau sebaik-baik Pemberi rezeki

Sumber: ehsaweb.net
Penerjemah: ACT El-Gharantaly

Catatan: Belajarlah memaknai setiap pemberian Allah. Jangan lupa untuk selalu mengiringi karunia-Nya dengan syukur.

Selamat beraktifitas

____________
ACT El-Gharantaly

View on Path

Panggilan Sayang

Menikah dengan seseorang yang sudah kita kenal sebelumnya pasti ada plus dan minusnya. Plusnya, kita sudah kenal, tinggal lebih mengakrabkan diri setelah menikah. Minusnya, karena sudah kenal dan akrab, kadang ya terasa benar-benar seperti teman saja, nggak ada romantis-romantisnya. Apalagi kalo dua-duanya orang yang cuek dan bukan tipe romantis.

Begitu juga masalah panggilan sayang. Pas awal-awal pernikahan, belum ada perubahan panggilan antara saya dan suami. Kami sama-sama merasa nyaman dengan panggilan kami saat itu (dia panggil langsung nama saya, saya panggil dia ‘kak’). Agak aneh juga sih memanggil dia ‘kak’ karena di kota tempat saya tinggal saat ini panggilan ‘kak’ itu untuk perempuan yang lebih tua. Laki-laki yang lebih tua panggilannya Abang. Tapi saya masih cuek, belum ada niatan untuk mengganti.

Sampai tiba suatu saat, ada kejadian yang membuat kami berdua sepakat membuat panggilan sayang. Waktu itu lebaran pertama setelah menikah. Kami berlebaran di rumah orang tua suami. Beberapa saudara pun datang ke rumah. Saat sedang asik mengobrol, suami minta tolong diambilkan sesuatu. “Na, tolong itu dong.”. Langsung ada Bibi (adiknya mama mertua) yang menyela, “Ih, kok manggil istrinya pakai nama langsung sih? Bibi mah dari awal nikah nggak pernah dipanggil nama langsung sama suami. Dulu dipanggilnya ‘neng’, sekarang ‘ibu’. Jangan manggil nama gitu ah, nggak bagus.”

Dan ternyata, Rasulullahu shalallahu’alaihi wasallam pun memanggil istri beliau dengan panggilan sayang yang disukai istrinya. Akhirnya kami putuskan untuk mengganti panggilan. Agak canggung awalnya, tapi lama-lama terbiasa. Malah sekarang sudah jago berimprovisasi.

Hasilnya ternyata luar biasa loh. Saat suami memanggil saya dengan panggilan sayang itu, rasanya jadi senang gimanaa gitu. Karena saya jadi merasa spesial. Nggak masalah walaupun misalnya panggilan sayang itu pasaran dan digunakan oleh orang banyak, rasanya akan tetap spesial karena yang memanggil adalah orang spesial.

by Ina Ummu Umar

Kehilangan

Setiap kita pasti akan kehilangan. Kita mungkin akan kehilangan teman, sahabat, adik, kakak, dan juga orang tua. Mereka mungkin hanya mampir sesaat dalam kehidupan kita. Ketika mereka pergi, kita pun akan merasa kehilangan. Dari sana kita dapat pelajaran: berbuat baik pada orang yg kita temui sekarang adalah lebih baik dibandingkan kita terus merindukannya ketika dia sudah pergi.

Lalu, akan datang orang2 baru yg akan memberi warna di kehidupan kita. Mereka datang dan pergi. Kita pasti berharap mereka akan pergi dg perasaan yg bahagia dan mungkin mereka akan terus merindukan kita. Dan ketika mereka pergi, kita juga harus berdoa supaya kita dan mereka bisa kembali berkumpul bersama di surga yg abadi; sebuah tempat yg tidak ada datang dan pergi..

by: HM

View on Path