IPC: MENGENAL SPECIAL NEED SIGN (AUTIS, DOWN SYNDROM)

SharingmateriIPC/75
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 10 Februari 2016
📆 30 Rabiul Akhir 1437

_______________________
  
📝 Disarikan oleh : Indri Maharani
📝 Tema:

MENGENAL SPECIAL NEED SIGN (AUTIS, DOWN SYNDROM)

🐢The Nation Information Center for Children and Youth with  Disabilities (NICHCY) mengemukakan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki keunikan tersendiri dalam jenis dan karakteristiknya, yang membedakan mereka dari anak normal pada umumnya.

🐢 Anak berkebutuhan khusus merupakan istilah terbaru yang digunakan dan merupakan terjemahan dari “children with special needs” yang telah digunakan secara luas di dunia internasional. Ada beberapa istilah lain yang pernah digunakan diantaranya anak cacat, anak tuna, anak berkelainan, anak menyimpang, dan anak luar biasa. Namun suatu istilah yang berkembang secara luas dan telah digunakan saat ini adalah Difabel (Diference Ability).

🐢Jenis-jenis anak berkebutuhan khusus :
1⃣ Kelainan fisik
2⃣ Kelainan emosi
3⃣ Kelainan mental
🔹Berkesulitan belajar spesifik = memiliki kapasitas intelektual normal ke atas namun pretasi belajar rendah pada bidang akademik tertentu.
🔹Mental tinggi = memiliki kemampuan diatas rerata normal,signifikan memiliki kreativitas dan tanggung jawab terhadap tugas
🔹Mental rendah = dibagi menjadi dua kelompok. Anak lamban belajar (slow learners) dengan IQ 70-90 dan Anak dengan IQ dibawah 70 atau dikenal dengan “ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS”

🐢🐛 AUTISM 🐢🐛

🐢 Autism bukan penyakit namun gangguan pada tumbuh kembang anak yang meliputi gangguan komunikasi, sosialisasi, interaksi, gangguan gerakan dan bicara yang sering diucapkan berulang ulang.

🐢 Secara umum lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibanding wanita dengan perbandingan 4:1, hal ini dikarenakan hormone testosterone yang dimiliki laki-laki tidak menetralisis autis seperti hormone esterogen pada wanita.

🐢 Autism terjadi akibat interaksi antara faktor genetic atau teratogen (hal-hal yang menyebabkan kecacatan janin seperti rokok, alkohol, atau obat-obatan yang dikonsumsi ibu tanpa resep dokter) dan paparan negatif lingkungan (logam berat)

🐢 Standar Internasional yang dipakai di seluruh dunia untuk memeriksa apakah anak menderita autis atau tidak adalah ICD-10 (International Classification of Diseases) 1993 dan DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual) 1994.  Berikut deteksi dini autis pada bayi :
🐛 Usia 2-12 bulan
🔹Tidak menoleh/ cuek  saat dipanggil
🔹Tidak senyum saat diajak bercanda
🔹Tidak mau bertatap mata
🔹Tidak bisa tertawa atau membuat ekspresi gembira lain
🔹Usia 9 bulan belum mengoceh
🔹Menikmati kesendirian
🔹Sering mengulang gerakan (misal : menggaguk – anggukan kepala terus)
🔹Tubuh tiba-tiba kaku saat mau digendong
🔹Badan loyo tak bertenaga
🔹Susah diberi makan bertekstur kasar
🔹Pencernaan bemasalah, susah makan, minum maupun disusui
🐛 Usia 13-36 bulan
🔹Belum bisa mengucap kata
🔹Tidak mempunyai minat terhadap sesuatu
🔹Belum bisa mengucap lebih dari satu kata
🔹Gangguan pendengaran seperti tuli
🔹Susah bakan tidak tertarik bermain dengan orang lain
🔹Bermasalah mengungkap kata dan berkomunikasi
🐛 Usia 37-60 bulan
🔹Bermain dengan cara tidak umum (misal : bermain mobil hanya rodanya saja)
🔹Susah diam, susah konsentrasi dan memusatkan perhatian
🔹Tertarik pada gerakan benda yang tetap (monoton/konstan)
🔹Tidak dapat mengerjakan perintah walaupun sederhana
🔹Cara berjalan kadang berjinjit
🔹Memilih lauk yang monoton untuk makan

🐢🐛 DOWN SYNDROM 🐢🐛

🐢Down Syndrom adalah jenis gangguan kesehatan mental dan fisik sejak bayi masih dalam kandungan yang disebabkan kelainan genetik. Secara normal tubuh manusia mempunyai 46 kromosom yang berasal dari 23 kromosom ayah dan 23 dari 23 kromosom ibu.  Khusus pada kasus down syndrome, terdapat 47 kromosom dimana kromosom no 21 gagal membelah diri menjadi  tiga kromosom, atau dalam istilah kedokteran disebut trisomy 21.

🐢 Penyebab kegagalan pembelahan sel no 21 disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor keturunan, pola hidup dan pola makan tak sehat, gaya hidup dan efek radikal bebas.

🐢 Down syndrome memberikan gambaran fisik yang sangat khas pada anak dimanapun daerah mereka tinggal dan mudah dikenali, contohnya memiliki bentuk muka dari mata, hidung dan mulut yang sama.Serta diiringi kesulitan komunikasi dan interaksi.  

🐢 Cara deteksi dini dapat dilakukan saat bayi masih dalam kandungan, antara lain :
1⃣ Tes Skrining USG dilakukan pada minggu 11-13 dengan melihat ada tidaknya tulang hidung pada janin, jika normal tulang hidung akan tampak pada skrining
2⃣ Tes darah AFP (Alpha-Fetoprotein) dilakukan pada minggu 16-17 untuk mengetahui kadar hormone estradiol (hormone seks) di aliran darah. Jika kadar tinggi, janin menderita kelainan sistem tabung saraf.
3⃣ Chorionic Villus Sampling (CVS) dilakukan pada minggu 10-12 dan selambatnya pada minggu 13 untuk memeriksa ada tidaknya kelainan kromosom seperti pada kasus down syndrom ini.
4⃣ Aminiosentesis dengan mengambil air ketuban untuk diperika di laboratorium dengan tujuan memperoleh data kelainan bawaan dan kelainan genetic pada janin.

🐢 Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus :
1⃣ Jangan menyangkal keadaan, pahamilah jika anak berbeda. Anak memerlukan penanganan yang tepat, segeralah bertemu para pakar dan bergabunglah dengan komunitas orang tua dengan anak-anak yang memiliki gangguan tumbuh kembang untuk menggali kelebihan anak secara optimal
2⃣ Perkaya ilmu tentang berbagai hal anak berkebutuhan khusus seperti penyebab, gejala, penanganan, dll. Lalu pantaulah perkembangan anak
3⃣ Rajin-rajinlah mencari berbagai pakar, mulai dari psikolog, psikiater, terapis,dll. Carilah pakar yang masih mengajar atau rajin mengikuti seminar ilmiah sehingga memiliki informai terkini.
4⃣ Perhatikan diet anak, pahami apa makanan pantangan yang mungkin mengakibatkan alergi serta jaga asupan makan anak dengan baik.

SUMBER:
©http://www.kidymoms.com/2015/06/deteksi-dini-penyakit-down-syndrome.html
©http://www.kidymoms.com/2015/07/cara-baru-mengenali-gejala-autisme-anak.html
©http://www.kidymoms.com/2015/07/cara-memahami-perbedaan-autism-down-syndrome.html
©http://www.parenting.co.id/dunia-mama/penting+diketahui+orang+tua+anak+autis.html
©http://pendidikanabk.blogspot.co.id/2011/10/definisi-anak-berkebutuhan-khusus.html

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🙏 Islamic Parenting Community 🙏 
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🐥 twitter: @isparentingcom

🌏 web: IslamicParenting.net

by Ina Ummu Umar

Review: Tas Multifungsi

Bagi saya, tas itu bukan sekadar sebuah kenginan atau sebuah kebutuhan. Tas adalah sebuah keinginan yang dibutuhkan, dan sebuah kebutuhan yang diinginkan. Harus memenuhi 2 kriteria itu. 😁

Saat melihat seseorang gonta-ganti tas sesuai warna baju, ingin juga rasanya mengoleksi tas biar match sama warna gamis. Tapi itu hanya keinginan, bukan kebutuhan.

Mulailah saya cari tas yang saya butuhkan sesuai keinginan saya. Ukuran tas harus cukup besar karena setelah punya anak tas berubah fungsi jadi kantong ajaib segala ada. 😅 Diutamakan tas yang ada beberapa kantong kecilnya, jadi bisa gampang mencari barang kecil seperti minyak angin atau uang receh. Tas juga harus nyaman tanpa pegal walaupun berjam-jam dikenakan. Ada ya tas model gitu?

Ternyata ada! Saya menemukan ini tidak sengaja pas lagi window shopping di olshop. Multifungsi, bisa ransel, selempang, & tenteng. Kalau bawaan lagi banyak, apalagi pas pulang kampung, kita ubah jadi ransel. Simple, nggak pegal, muat banyak, bisa gantian bawa juga sama suami. Kalau cuma pergi jarak dekat yang nggak bawa barang terlalu banyak, ubah aja jadi tas selempang.

image

Ini bukan iklan atau promo jualan ya. Saya cuma mau berbagi pengalaman saya pakai tas ini. Siapa tau ada yang butuh tas dengan kriteria seperti saya. Yang mau beli silakan cari di toko tas terdekat ya. :)

by Ina Ummu Umar