โ”๐Ÿƒ๐ŸŒผโ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”“
*_Seperti itulah Sifat Manusia_*
โ”—โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”๐ŸŒผ๐Ÿƒโ”›

๐ŸŒ„ *_Muhasabah Pagi_*
~~~~~~~~~~~~~~~

๐ŸŒทโœจ *_JANGAN PERNAH BERUBAH_* โœจ๐ŸŒท

โฃ _Sebagian orang mencintai kita sekehendak mereka.._
_Sebagian lagi merindukan kita semau mereka.._
_Ada juga yang baik pada kita untuk waktu tertentu.._

๐Ÿ‘ฃ _Seiring berjalannya waktu, perhatian, cinta dan rindu itupun berubah.._

๐Ÿ’ฆ Entahlahโ€ฆ

๐ŸŒน *_Yang perlu kita lakukan adalah jangan pernah berubah dalam memberi perhatian, mencintai dan merindukan mereka.._*

_Sebab kita hanya akan ditanya tentang amal kita dan bukan tentang amal mereka.._

__________________

๐Ÿ‚ *_”Berharap pada manusia itu melelahkan.._*
Bila engkau memiliki *99 kebaikan* dan 1 kesalahan, maka mereka akan mencelamu karena *1 kesalahan* itu dan “melupakan” 99 kebaikan lainnya..

*_Seperti itulah Sifat Manusiaโ€ฆ_*

๐Ÿ’ *_Tapi tidak dengan Allah. ._*
Bila engkau memiliki *99 keburukan* dan satu kebaikan, maka Allah akan mengampunimu karena *1 kebaikan* itu berkat kemurahaanNya. Itu bila engkau tidak menyekutukan-Nya..

*_Begitulah kasih Allah.._*

๐Ÿƒ _Makaโ€ฆ_
_Mengapa engkau sibuk dengan manusia lalu menjauh dari Allah..?_

_____________
โœ๐Ÿป Ustd Aan Chandra Thalib El-Gharantaly, ย ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโ€โ๐Ÿƒ๐ŸŒท๐ŸŒผโฃ๐ŸŒผ๐ŸŒท๐Ÿƒ๓žฆโโ€โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

View on Path

Udah beberapa hari terakhir ini diet nasi, diganti kentang, ubi, dll. Tapi hari ini ada ginian di meja makan. Makan ga ya?? ๐Ÿ˜ฎ
Makan aja deh, ini kan lontong & ketupat, bukan nasi.. ๐Ÿ˜‚

Taqabbalallahu minna wa minkum
Selamat hari raya ‘Idul Adha 1437H
๐Ÿ๐Ÿ‘๐Ÿ๐Ÿ„๐Ÿ‚๐Ÿฎ – at Perumnas Klender

View on Path

Dianterin kakek pulang setelah kemarin numpang ngungsi di rumah kakek. Trus langsung ditinggal karena kakek harus kerja. Mata Umar berkaca-kaca, tapi nurut salim sama kakek. Ngeliatin aja pas kakek mulai menjauh, sambil meluk ummi & manggil kakek dg suara lirih. ๐Ÿ˜ž

Wajah Umar lesu, menghela napas berat berkali-kali.

Ummi: Umar kenapa?
Umar: Umar sedih.
Ummi: Sedih kenapa?
Umar: Kakek pulang.
Ummi: Umar sabar ya, nanti kapan2 main ke rumah kakek lagi in syaa Allah.
Umar: Iya (tapi muka masih lesu). ๐Ÿ˜–

#PukpukUmar – at Perumnas Klender

See on Path