Curhatan Emak: TT oh TT

TT (Toilet Training) itu mengikuti kesiapan anak, bukan keinginan orang tua.
– Me

Sebagai seorang ibu baru, saya selalu berusaha update informasi tentang perkembangan anak. Salah satu informasi yang saya cari adalah tentang TT. Saya pelajari dan hapalkan step by step dari bunda yang anaknya sudah berhasil TT. Lalu saya coba terapkan ke Umar.

Usia sekitar 2 tahun saya mulai me’natur’ Umar setiap 2 jam sekali. Ke toilet untuk pis dan potty chair untuk pup. Masih suka kecolongan. Akhirnya dipercepat jadi 1,5 – 1 jam sekali. Seringnya sih kecolongan juga, pas diajak ke kamar mandi nggak pis/pup, giliran keluar kamar mandi pasti salah satu dari itu ada yg keluar. 😥

Berulang kali saya ingatkan, kalau mau pis/pup bilang ya, Nak. Tapi selalu hanya ‘iya’ atau anggukan yang saya dapat, sedangkan prakteknya nggak pernah bilang apa-apa. Sabar, selalu begitu saya mencoba menguatkan diri sendiri. Lagipula di usia 2 tahun Umar memang belum terlalu lancar berbicara, jadi mungkin sulit buat dia untuk bilang. Trial pertama ini pun gagal setelah 2 pekan mencoba. Saya menyerah, mungkin sekarang belum saatnya.

Usia 2,5 tahun saya coba lagi. Umar sudah lumayan lancar bicaranya. Tapi tetap saja Umar belum bisa bilang kalau mau pis/pup. Pernah bilang mau pis/pup, tapi setelah pis/pup-nya keluar. 😅 Jadilah saya masih harus me’natur’ setiap sekian waktu sekali.  Alhamdulillah tetap ada progress, tingkat kecolongan mulai berkurang. Tapi sayang, trial kedua ini pun harus terputus karena kami sekeluarga harus pindah rumah dari Dumai ke Jakarta.

Setelah pindah dan semua urusan rumah beres, saya mulai lagi trial ketiga. Alhamdulillah, kali ini setiap diajak ke kamar mandi Umar pasti pis/pup. Tidak mengompol ataupun pup di celana lagi. Tapi satu hal yang masih sama, Umar masih belum bisa bilang kalau mau pis/pup. Akhirnya saya menjadwalkan pis/pup-nya, saat keluar rumah sekalipun. Sabar, mungkin memang belum saatnya.

Trial ketiga pun terhenti karena kami pergi keluar kota selama seminggu lebih. Akhirnya pospak dipakai lagi. Tapi tak disangka, saat pergi itulah pertama kalinya Umar bilang ketika mau pup. Ah, perasaan senangnya seperti saat mendengar Umar bicara untuk pertama kalinya. 😁

Kesempatan ini pun tidak saya sia-siakan. Pulang dari luar kota saya langsung trial lagi. Alhamdulillah, hanya butuh 2 hari Umar langsung bisa beradaptasi. Pis & pup selalu bilang, malam pun tidak pernah ngompol. Akhirnya, usia 2 tahun 9 bulan Umar lulus toilet training, alhamdulillah. :)🙌

Namun perjuangan belum selesai. Saya masih harus melatih Umar supaya bisa cebok sendiri. Semoga tidak se’drama’ toilet training ini ya. 😁

Thanks for your reply.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s