Menakut-nakuti anak, kata sebuah artikel parenting yang saya baca, tidak baik untuk psikologisnya. Oleh karena itu, saya tidak membiasakan menakut-nakuti Umar, baik takut gelap, takut setan, atapun takut pada profesi tertentu (misal polisi atau dokter). Hasilnya memang Umar jadi anak yang pemberani. Dia tidak takut saat saya suruh mengambil sesuatu di tempat yang agak gelap. Bahkan saat uji coba tidur sendiri pun dia tidak menangis saat bangun di tengah malam yang gelap. Dia berani pindah dari kamarnya ke kamar orang tuanya, melewati dapur dan ruang tengah yang gelap, lalu mengetuk kamar orang tuanya.

Tidak takut akan banyak hal ini memang hal yang baik. Tapi pernah juga membuat saya gemas sendiri. Pasalnya, hari itu Umar lama sekali mengemut makanan. Biasanya dia memang suka lama kalau makan, tapi hari itu jauh lebih lama dari biasanya. Saya sampai stres menyuruhnya mengunyah & menelan. Dia selalu bilang mulutnya sakit. Akhirnya saya coba periksa rongga mulutnya, tidak apa-apa. Akhirnya saya coba keluarkan ‘ancaman’ biar Umar cepat makannya: “telan makanannya, kalau nggak kita ke dokter!” Eh, mendengar saya bilang itu Umar malah kegirangan. Dengan wajah sumringah & melompat-lompat senang dia terus-terusan bilang, “Umar mau ke dokter!” Ampun, saya jadi tambah bingung. 😂

Thanks for your reply.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s