Menakut-nakuti anak, kata sebuah artikel parenting yang saya baca, tidak baik untuk psikologisnya. Oleh karena itu, saya tidak membiasakan menakut-nakuti Umar, baik takut gelap, takut setan, atapun takut pada profesi tertentu (misal polisi atau dokter). Hasilnya memang Umar jadi anak yang pemberani. Dia tidak takut saat saya suruh mengambil sesuatu di tempat yang agak gelap. Bahkan saat uji coba tidur sendiri pun dia tidak menangis saat bangun di tengah malam yang gelap. Dia berani pindah dari kamarnya ke kamar orang tuanya, melewati dapur dan ruang tengah yang gelap, lalu mengetuk kamar orang tuanya.

Tidak takut akan banyak hal ini memang hal yang baik. Tapi pernah juga membuat saya gemas sendiri. Pasalnya, hari itu Umar lama sekali mengemut makanan. Biasanya dia memang suka lama kalau makan, tapi hari itu jauh lebih lama dari biasanya. Saya sampai stres menyuruhnya mengunyah & menelan. Dia selalu bilang mulutnya sakit. Akhirnya saya coba periksa rongga mulutnya, tidak apa-apa. Akhirnya saya coba keluarkan ‘ancaman’ biar Umar cepat makannya: “telan makanannya, kalau nggak kita ke dokter!” Eh, mendengar saya bilang itu Umar malah kegirangan. Dengan wajah sumringah & melompat-lompat senang dia terus-terusan bilang, “Umar mau ke dokter!” Ampun, saya jadi tambah bingung. 😂

Welcome to My Pensieve ^^

Welcome to my other world!

Saya adalah seorang wanita, seorang istri, dan seorang ibu yang mencoba berbagi kegiatan sehari-hari. Juga berbagi lintasan pikiran yang kadang tak punya kesempatan berbicara di alam nyata. Kegiatan utama saya saat ini adalah mengurus suami dan anak laki-laki saya tercinta.

Saya harap blog ini bisa bermanfaat dan bisa jadi tempat berbagi yang nyaman. Karena dengan berbagi, kita peduli. :)

Enjoy! ^^

(Bukan) Galih dan Ratna

Dua sejoli menjalin cinta
Cinta bersemi di Januari
Gama dan Rina mengikat janji
Janji setia, setia abadi
Oh Gama, oh Rina, cintamu abadi
Wahai Gama, duhai Rina
Semoga bahagia hingga ke Jannah-Nya

*lirik Galih dan Ratna, dg banyak perubahan :D

Posted from WordPress for Android

Hingga Ujung Waktu

Akhirnya aku menemukanmu,
saat ku bergelut dengan waktu
Beruntung aku menemukanmu,
jangan, pernah berhenti, memilikiku
Hingga ujung waktu

Jika kau menjadi istriku (suamiku) nanti,
pahami aku, saat menangis
Saat kau menjadi istriku (suamiku) nanti,
jangan, pernah berhenti, memilikiku
Hingga ujung waktu

SO7

Posted from WordPress for Android