Malam ini…

Malam ini saya merasakan anomali emosi, dari senang, sedih, marah, bahkan sadis. Manis, asam, asin, sepet, pahit! Bahkan tadi untuk pertama kalinya terbersit pikiran untuk melabrak dia, menumpahkan emosi yang selama ini terpendam. Kata-kata labrak-an pun sudah tersusun rapi. Padahal mah kalau sudah mulai ngomong sama orang itu pasti kata-kata yang sudah disiapin tadi nggak bakal keluar sedikit pun, saya kan penakut. Hahaha. *ceracau tengah malam yg nggak penting **abaikan

Posted from WordPress for Android

Penghuni Langit Malam

Katanya bulan malam ini indah ya? Blue Moon kah namanya?

Ah, tak peduli apapun namanya, bulan akan selalu indah di mataku. Karena bulanlah temanku kala menyendiri di malam hari sejak dulu, beramai-ramai dengan gemintang yang membuat malam jadi semarak.

Malam ini, temani aku lagi ya. Aku tak ingin sendirian. Melepas satu per satu jalinan pikiran yang mulai kusut di kepalaku. Mungkin akan ada beberapa tetes air di sudut mata yang menemani. Tapi kau tak akan bilang siapa-siapa kan? Selalu, kau penjaga rahasia yg baik, setelah Rabb-ku tentu saja.

Posted from WordPress for Android

Tanya Kenapa (Kenapa Tanya) #15

Suatu siang, di PPMT UI. Dua orang (mantan) mahasiswi sedang melegalisir ijazah..

Mba1: pak, hasil legalisirnya bisa diambil kapan?
Bapak: hari kerja y, mba.
Mba2: yah, g bisa hari sabtu, pak?
Bapak: sabtu kan libur, mba. Mba mau ngegaji sy?
Mba2: (dalam hati: sy aja blm gajian, pak. :()
Bapak: minta tolong ambilin aja, mba. Sama pacarnya gt. Buat apa punya pacar kalo g diberdayakan?
Mba1&2: (nyengir, pamit)

#makin lama ngobrol sm si bapak bakal makin galau, jd kabur saja.. :D

Tanya Kenapa (Kenapa Tanya) #14

Suatu siang, di sebuah rumah. Beberapa ibu berkumpul sedang belajar membaca Al Qur’an. Karena situasi dan kondisi, sang anak terpaksa mengungsi ke lantai dua. Tidak lupa membawa bekal cemilan keripik dan air minum.

Suara riuh rendah terdengar dari lantai satu, khas ibu-ibu kalau sudah berkumpul. Si anak cuek saja memakan cemilannya tanpa merasa mengganggu ibu-ibu di bawah. Toh suara obrolan mereka di sana lebih kencang dari kunyahannya. Tapi dia tidak menyadari suara riuh yang berangsur hening. Suara kunyahan keripiknya kini menjadi melodi utama di rumah itu.

Tiba-tiba terdengar suara seorang ibu berbisik,
“Eh, Bu, dengerin deh. Itu suara apa ya?”

Si anak seketika berhenti mengunyah, menantikan kelanjutan obrolan itu.

“Suara tikus ya?” sambung suara yang lain. Glek!

“Oh, itu. Suara anak saya, Bu. Ada di lantai dua,” sang ibu pemilik rumah mencoba mengklarifikasi.

Wew, terlalu. Masa cantik begini disangka tikus?! Si anak membatin. Namun tak lama kemudian, keripik di toples telah berpindah lagi ke mulutnya. Terserah apapun kata mereka, yang penting keripik enak itu tidak disia-siakan..

Tanya Kenapa (Kenapa Tanya) #13

Suatu hari, di sebuah instansi yang sedang merekrut tenaga kerja. Sebuah ruang tunggu ber-AC sudah tidak terasa lagi AC-nya saking penuh sesak oleh manusia. Mereka menanti nama mereka dipanggil dari pengeras suara di ruangan sebelah. Mereka harus sabar menanti nama yang dipanggil satu-satu sesuai urutan daftar hadir yang mereka isi saat tiba di gedung ini.

Tiba-tiba datang seorang peserta di saat waktu dhuha beranjak habis. Dia mengisi daftar hadir dengan urutan yang telah berbilang ratusan. Kemudian dengan santainya dia masuk ke dalam ruangan sebelah, entah untuk apa. Tak lama kemudian dia kembali dan menyapa teman-temannya yang juga sedang menunggu giliran.

Dia: “Eh, lama ya nunggunya. Gue tadi nitip aja biar nama gue diselipin, jadi bisa duluan.”

Teman: “Emang bisa?”

Dia: “Bisa. Coba aja gih. Biar ga lama nunggunya.” (nada bicaranya tanpa rasa bersalah, meski banyak mata tertuju padanya dengan tatapan tidak suka)

Tidak lama kemudian…

Sebuah nama disebut. Ternyata namanya. Dia yang masih mengobrol dengan temannya tergesa membereskan berkasnya yang masih berantakan. Kemudian keluar seorang pria paruh baya dari ruangan sebelah, mencari pemilik nama tersebut. Pria itu mengenakan seragam instansi tersebut, menandakan dia adalah karyawan di sana. Pria itu kemudian memberi isyarat kepada dia yang namanya disebut untuk bergegas masuk.

Subhanallah, enak ya kalau urusan kita bisa dipermudah seperti itu.

Tanya Kenapa (Kenapa Tanya) #11

Suatu siang, di sebuah klinik.

Teman: “Ina kurusan ya.”
Ina: “Ah, iya ya?”
Teman: “Iya bener, kurusan deh.”
Ina: “Hehehe..” (Senyum)

***

Suatu siang, saat gladi resik wisuda.

Teman: “Ina, lo kurusan deh sekarang.”
Ina: “Beneran? Emang keliatan ya?”
Teman: “Iya, keliatan dari pipi lo.”
Ina: “Hehehe..” (Nyengir)

***

Suatu siang, saat menjenguk seorang teman yang sakit.

Mama sang teman: “Ina kurusan ya. Beda deh sama pas ketemu dulu.”
Ina: “Iya ya, Tante? Hehehe..” (Nyengir lebar)

***

#Ina kurusan?? Alhamdulillah yaa, sesuatu.. :D