[FF] Dalam Diam

“Jadi, kapan berencana nikah, Neng?” ucap bibi sambil tersenyum. Seorang gadis, ibunya, serta bibinya sedang berbincang santai sambil melepas rindu setelah cukup lama tidak bersua.

Gadis yang sedang mematut diri di depan cermin itu terdiam sejenak, kemudian melanjutkan merapikan rambutnya sambil tersenyum. Belum ada kata terucap dari bibir mungilnya.

“Kalau kamu sudah siap, nanti ibu minta carikan ke teman ngaji. Atau mungkin kamu sudah punya calon sendiri? Siapa tahu sudah ada yang kamu suka.” ucap ibunya seraya ikut menggoda putri sulungnya.

“Kalau misalnya, Neng suka tapi nggak tahu dia suka apa nggak, bagaimana, Bu?” sang gadis mencoba mengeluarkan sedikit perasaannya. Hanya sedikit.

“Perempuan kan boleh menawarkan diri. Itu syar’i kok. Atau mungkin bisa minta diperantarai oleh teman,” Ibu tersenyum mengerti.

Gadis ikut tersenyum. Ya, mungkin dia memang bisa menempuh cara itu. Tapi gadis itu terlalu pemalu. Biarlah hanya Allah dan dirinya yang tahu rasa itu. Walau diam, tak pernah putus doa terucap.