Love Abi n Ummi So Much <3

Suatu hari, di sebuah rumah..

Seseorang: “Gimana Ina kuliahnya?”
Ina : “Alhamdulillah, udah lulus. Lagi cari-cari kerja.”
Seseorang: “Mau ngelamar di mana?”
Ina : “Coba di swasta dan PNS juga.”
Seseorang: “Iya tuh, coba PNS aja. Bapakmu juga dulu ditawarin jadi PNS, cuma
ditolak. Karena ga mau di luar Jawa katanya. Coba kalo dulu diterima,
udah tinggi tuh golongannya. Kan enak kalo jadi PNS. Hidup juga bisa
lebih terjamin pasti.
Ina : (Senyum)

Kalo seandainya Abi dulu jadi PNS, mungkin ga akan ketemu Ummi. Kalo Abi ga ketemu Ummi, mungkin Ina ga akan lahir. Kalopun ina lahir, mungkin ina ga akan punya ibu yg kayak Ummi. Kalo ina ga punya ibu yang kayak Ummi, mungkin ina ga akan jadi seperti sekarang ini.

Apapun yang telah Allah berikan, pasti itu yang terbaik. Tinggal bagaimana cara kita bersyukur dan bersabar atas segala ketetapanNya. Walaupun hidup tidak bergelimang harta, tapi alhamdulillah keluarga ini bahagia. Love my family so much.

Lovely Abi

Bismillah


Kali ini ina tertarik untuk “menggibah” tentang ayah. Kalau tentang ibu kan sudah sering dibahas. Paling nggak setahun sekali, pas menjelang hari ibu.

Ayah, atau yang biasa ina panggil Abi, adalah sosok yang sangat menginspirasi hidup ina. Beliau adalah seorang body guard luar biasa yang selalu menjaga anak-anaknya sampai saat ini. Selalu ada di baris terdepan saat anak-anaknya membutuhkan.

Masih lekat sekali dalam ingatan bagaimana kasih sayang beliau yang sangat terlihat dari usaha menemani anaknya tes perguruan tinggi empat tahun yang lalu. Waktu itu, selain mengikuti SPMB, ina juga mendaftar di banyak perguruan tinggi kedinasan, seperti STIS, STSN, STAN. Di setiap ujian masuk, Abi tidak pernah absen menemani anaknya yang penakut-pergi-sendirian ini. Bahkan ke STSN yang lokasinya sangat jauh dari Bekasi, Abi rela menyupiri anaknya pagi buta (sekitar jam 3) demi ujian masuk jam 7 pagi. Anaknya (yang kurang tau diri ini) malah enak-enak tidur di perjalanan. Haduh!

Tidak terasa, empat tahun sudah terlewati. Alhamdulillah, ina sudah lulus kuliah. Tapi lulus kuliah dan menjadi dewasa bukan berarti ina akan kekurangan kasih sayang Abi. Bahkan Abi masih setia mengantar ina yang mau psikotes dalam rangka mencari kerja. Haduh, mau nyari di mana lagi ayah sebaik ini??

Jadi teringat tulisan yang tentang Sisi Lain Seorang Ayah. Tulisan itu menyadarkan kita bahwa sebetulnya kasih sayang seseorang ayah tidak kurang dari ibu, hanya mungkin bentuknya saja yang berbeda. Seorang ayah mengajarkan anaknya bagaimana untuk menjadi tegar dan kuat dalam setiap kondisi, sedangkan ibu lebih banyak mengajarkan arti kasih sayang dan kesabaran. Tapi yakinlah, keduanya sangat menyayangi kita, seperti apa pun bentuk kasih sayang itu.

#Jadi kangen Abi. Di Ramadhan tahun ini, belum satu kali pun ina buka puasa bareng Abi. Abi selalu buka puasa di mesjid, karena sebelumnya mengisi pengajian sore anak-anak di mesjid. Mudah-mudahan sore ini bisa buka puasa bareng-bareng di rumah, karena ade ina dari pesantren pulang hari ini. Aamiin..