Penghuni Langit Malam

Katanya bulan malam ini indah ya? Blue Moon kah namanya?

Ah, tak peduli apapun namanya, bulan akan selalu indah di mataku. Karena bulanlah temanku kala menyendiri di malam hari sejak dulu, beramai-ramai dengan gemintang yang membuat malam jadi semarak.

Malam ini, temani aku lagi ya. Aku tak ingin sendirian. Melepas satu per satu jalinan pikiran yang mulai kusut di kepalaku. Mungkin akan ada beberapa tetes air di sudut mata yang menemani. Tapi kau tak akan bilang siapa-siapa kan? Selalu, kau penjaga rahasia yg baik, setelah Rabb-ku tentu saja.

Posted from WordPress for Android

Kepadamu. Terima Kasih.

Kepadamu. Terima kasih

telah menjadi tokoh utama sepenggal kisah hidupku

Menyadarkanku bahwa akhir cerita tak selalu indah

Kadang sedih, bahkan tragedi

Kepadamu. Terima kasih

telah menjadi teman dalam pengembaraan singkatku

Menyadarkanku bahwa perjalanan hidup tak selalu menyenangkan

Kadang berliku bahkan curam terjal

Kepadamu. Terima kasih

telah menjadi pangeran sesaat di singgasana hatiku

Menyadarkanku bahwa kekuasaan tak selamanya berjaya

Bisa jatuh dan hancur di tangan musuh

Kepadamu. Terima kasih

telah menjadi objek dalam kalimat munajatku padaNya

Menyadarkanku bahwa jawaban sebuah doa tidak hanya “Ya”

Namun bisa “Nanti” atau bahkan “Yang Lain”

Kepadamu. Terima kasih

telah membuatku mengerti

Ketika harap tak sejalan dengan realita

Di sanalah ikhlas menemukan makna.