Penantian

Anak. Satu berkah dan juga ujian. Banyak pasangan yg telah memilikinya, bahkan dalam jumlah banyak. Namun banyak pula pasangan yg lama menantikan kehadirannya, bahkan tidak pernah memilikinya hingga akhir hayat.

Ada yg sudah dikaruniai anak pertama, namun lama sekali menantikan anak kedua. Setiap tamu bulanan datang, maka yg ada hanyalah rasa sedih dan kecewa. Berharap tamu bulanan itu akan terlambat dan tidak datang, namun ternyata malah datang lebih awal. Qadarullah wa maasyaa afa’al.

Melihat kawan update status tentang kehamilannya, entah yg pertama maupun yg kesekian, kini menjadi hal paling menyedihkan. Lalu dengan berat hati meng-klik unfollow. Bukan, bukan tak senang dg kabar baik yg mereka berikan. Hanya saja hati terasa begitu rapuh, seakan bisa retak sewaktu-waktu. Bukan, bukan tak sabar menjalani penantian. Hanya saja setan itu sangat lihai membisikkan rasa iri di dalam dada. Cukup doakan saja semoga mereka dan sang calon bayi senantian sehat dan diberkahi. Dan juga semoga sang calon bayi suatu saat mampir di rahim ini yg sudah lama menanti untuk disinggahi.

Teringat setahun yg lalu, saat ada yg singgah sesaat di rahim ini. Namun terpaksa pergi karena kondisi diri yg tak pasti. Rasa sesal begitu terasa di hati. Berulang kali merutuki diri, tapi dia tak bisa kembali. Kemudian hanya bisa pasrah pada takdir Ilahi.

Semoga penantian ini tak akan telalu lama. Semoga kita akan segera bersua.

Jakarta,
Purnama ke-20
Akan tetap setia menanti 💕

Waktu adalah Obat Segalanya

jika kita galau, resah, banyak pikiran, sesak tdk bisa tidur karena perasaan cinta, berharap besok bertemu, tdk bertemu, berharap besok laginya, maka waktu adalah obat terbaiknya.

jika kita tdk bisa melupakan seseorang, melupakan wajahnya, maka waktu adalah obat terbaiknya. termasuk jika tdk bisa melupakan kezaliman orang lain, rasa sakit yg diberikan, rasa marah, benci, dsbgnya.

jika kita berputus asa, terasa semua menjadi kendala, benteng2 tinggi menghalangi, lorong panjang tanpa cahaya, lelah menunggu bantuan, menanti setitik cahaya terang, maka waktu adalah obat terbaiknya.

jika kita begitu bersemangat, penuh mimpi dan cita2, tapi semua tidak bisa terjadi dalam waktu semalam, maka waktu adalah obat terbaiknya.

biarkanlah obat itu bekerja sesuai dosisnya. sesuai resepnya.

maka lihat betapa menakjubkan obat ini bekerja.

cobalah. hela nafas lega. temani dgn berharap dan berdoa.

[Tere Liye]