Surat dari Calon Mertua

Kudapati surat dari calon mertuaku yg isinya:

Assalamualaikum Wr.Wb……

Duhai gadis, yg baru kukenal.

Tahukah kau, dia putraku, lahir dari rahim suciku, kupertaruhkan hidupku untuk memilikinya, anak kesayanganku yg sepanjang hidupnya kubesarkan dgn segenap rasa cintaku..

Tangan renta ini yg mengangkat tubuh mungilnya, menyuapinya, menyeka air matanya, dan memeluknya dlm dekapanku..

Duhai gadis, tahukah kau betapa besar rasa cintaku padanya? Bahkan aku tak mampu membayangkan bila ada yg merebutnya dari dekapku.. Continue reading

Berapa gaji Minimal untuk MENIKAH???

Seorang temen pernah bertanya: “Eh, kalo gw nikah tapi dengan gaji gw yang cuma Rp***** bisa ga ya? Cukup ga ya? Hmmm…..

Maka dari pertanyaan itu dibuat survey asal, dan berikut adalah daftar pengeluaran standar bulanan setelah merit. Sekedar berbagi aja, buat temen2 yang mungkin juga mengalami “Materi after merit phobia syndrome”..

Daftar anggaran bulanan:
————————–

—–
(asumsi : disusun berdasarkan skala proritas, disusun dengan sangat2 relatif, dan berdasarkan basic needs standar menengah ke bawah).

1. Makan
Dengan asumsi sekali makan adalah Rp. 5.000. Maka makan 3x sehari, kali 2 orang (karena lagu sepiring berdua cuma berlaku pada saat pacaran aja), kali 30 hari adalah : Rp. 900.000.

*Tips :
Rajin2 ke kondangan, walimahan, atau sunatan, dan bawa pulang nasi kotaknya, pasti lebih ngirit.

2. Kontrakan
Dengan asumsi masih ngontrak di rumah petak, yang punya uda botak, tapi masih galak, dan punya anjing belum jinak. Maka dana untuk kontrakan sekitar Rp. 500.000/bulan.

*Tips :
Tinggallah di Pondok Mertua Indah. Niscaya 2 dana diatas gak akan pernah ada. Di pondok mertua indah, anda akan bebas makan apa aja, termasuk “makan ati” (^__^)

3. Listrik dan Air
Dengan asumsi daya listrik 900 watt dan pake jetpam maka anggaran untuk listrik adalah Rp. 100.000/bulan.

*Tips :
Jangan pake AC, cukup AC (Angin Cendela). Jangan suka main Plestesyen (PS), cukup main monopoli,sudamanda atau gaple, domino ama istri terasa lebih romantis.

4. Transportasi
Dengan asumsi naik motor ke kantor, dengan motor yang paling irit rit rit, maka untuk ongkos bensin dan servis adalah Rp. 100.000.

*Tips :
Gunakanlah Bensin campur! (Maksudnyah campur dorong, pasti lebih irit). Atau ikutlah “Nebeng Fans Club”, dengan alasan mempererat silaturahmi dengan yang ditebengi maka perjalanan berangkat dan pulang kantor akan terasa lebih menyenangkan.

5. Komunikasi
Dengan asumsi pake CDMA yang 1000/menit maka untuk sebulan, ongkos komunikasi berdua adalah Rp. 100.000.

*Tips :
Pakelah “FREN” yang lebih murah (maksudnya kalo mau nelpon atau sms tinggal bilang “Freeen…minjam HP nya dong freen…”)

6. Keperluan Sehari Hari
Seperti sabun,odol,syampu, dll dsb. Dengan asumsi tidak pake fesyel,krimbat, manikyur, pedikyur, kukyur2 maka alokasi dana untuk ini sebesar Rp.50.000.

*Tips :
Mandi kalo perlu saja. Kalo dulu 2 kali sehari,jadi 2 hari sekali. Untuk ngirit odol kembalilah memakai tumbukan batu bata

7. Kesehatan
Seperti minyak kayu putih,vitamin, obat pusing (ini penting buat pengantin baru wekekekek!), maka alokasi cadangan untuk kesehatan sebesar Rp. 50.000.

*Tips :
Jaga kesehatan. Jangan begadang…kalo tiada artinya…begadang bole saja…asalkan sambil ronda (halah!!)

8. Entertaiment
Nha ini kalo ada uang lebih aja, bisalaah sekali2 nomat (nonton hemat, bioskop), lari pagi di monas, atau makan martabak sekali2.

Kesimpulan
Jadi, dapat kita simpulkan…
Dari asumsi basic needs diatas maka pengeluaran untuk tiap bulan adalah sebesar :

Rp. 1.800.000/ bulan..

(busyeeett dah…masih gede juga ya)

Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan temen2 ketika pengen nikah, untuk kemudian dibandingkan dengan pemasukan yang ada. Kalopun masih ‘besar pasak daripada tiang’ Anda bisa memperkecil pasak, atau memperbesar tiang…ataauu. ..ga usak pake pasak, tapi dipaku aja!

Tapi ada 1 hal yang ga bisa dijelaskan dengan perhitungan ketika anda memutuskan untuk menikah
(Serius Mode : On)….

Yaitu, Berkah Menikah..

Selalu, Allah akan mencukupi kebutuhan umatnya yang mau berusaha dan berdoa. Selalu bersukur dan percaya bahwa Allah-lah raja dari segala raja accounting! Ok??

Sumber

Nilai Pernikahan

Bismillah.

Seneng banget, hari ini ina dapet satu kabar baik. Teman ina mau nikah, dengan kakak angkatan di kampus. Satu fakultas, beda peminatan. Waw, magic. Beneran nggak nyangka mereka berdua bakal menikah. Surprise banget lah pokoknya..

Jadi inget, dulu ina pernah baca tulisan seseorang. Isinya tentang nilai pernikahan. Nilainya dari A sampe E. Kurang lebih isinya seperti ini: “Kata para mahasiswa, kalau nikah dengan beda kampus dan beda fakultas itu nilainya A. Kalau nikah dengan satu kampus, tapi beda fakultas nilainya B. Kalau nikah dengan satu kampus, satu fakultas, tapi beda angkatan nilainya C. Kalau satu kampus, satu fakultas dan satu angkatan nilainya D. Yang terakhir, kalau nikah dengan satu kampus, satu fakultas, satu angkatan, dan satu jurusan, nilainya E.”

Berarti nilai pernikahan temen ina itu C donk?? Hehe, ada-ada aja deh. Masa pernikahan dinilai dengan penilaian seperti itu. Kalo memang sudah jodoh ya nggak bakal kemana, pasti ketemu. Mau itu jauh (beda kampus misalnya), atau ternyata teman sepermainan di kampus. Tapi itu semua rahasia Allah, sampai Dia memutuskan untuk membuka tabirNya.

Buat temanku tersayang, Barokallah ya.. Semoga bisa menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rohmah, trus segera melahirkan jundi-jundi penerus estafet perjuangan dakwah (haduh, ini apa sih bahasanya?! ). Dan untuk teman-temanku para jomblo’ers (sebetulnya ini ditujukan khusus untuk diri sendiri, hehe ), sabar ya menunggu saatnya tiba. Isi dengan kegiatan yang baik-baik, biar diri ini tambah baik. Karena saat diri ini baik, akan hadir dia yang juga baik.