Kepadamu. Terima Kasih.

Kepadamu. Terima kasih

telah menjadi tokoh utama sepenggal kisah hidupku

Menyadarkanku bahwa akhir cerita tak selalu indah

Kadang sedih, bahkan tragedi

Kepadamu. Terima kasih

telah menjadi teman dalam pengembaraan singkatku

Menyadarkanku bahwa perjalanan hidup tak selalu menyenangkan

Kadang berliku bahkan curam terjal

Kepadamu. Terima kasih

telah menjadi pangeran sesaat di singgasana hatiku

Menyadarkanku bahwa kekuasaan tak selamanya berjaya

Bisa jatuh dan hancur di tangan musuh

Kepadamu. Terima kasih

telah menjadi objek dalam kalimat munajatku padaNya

Menyadarkanku bahwa jawaban sebuah doa tidak hanya “Ya”

Namun bisa “Nanti” atau bahkan “Yang Lain”

Kepadamu. Terima kasih

telah membuatku mengerti

Ketika harap tak sejalan dengan realita

Di sanalah ikhlas menemukan makna.