IPC: Ketika Anak Tertarik Lawan Jenis

📆 11 Maret 2016
📆 2 Jumadil Akhir 1437
_______________________
  
📝 Disarikan oleh : Indri Maharani
📝 Tema: Parenting

KETIKA ANAK MULAI TERTARIK LAWAN JENIS

❤ Taukah Bunda ketika anak sudah mulai menyukai lawan jenis, itu artinya dia sedang mengenali identitas gender dan seksualitasnya?

❤Pada usia 2-4 tahun sesuai tahap perkembangan anak, si kecil mulai menyadari bahwa terdapat perbedaan antara anak perempuan dan laki-laki. Umumnya pada usia ini, anak mudah sekali dekat dengan lawan jenis karena mereka banyak mengeksplorasi bagian tubuh serta aktivitas di lingkungan luar rumah.

❣Lalu bagaimana sebaiknya orang tua bersikap?
1⃣ Perkenalkan kepada mereka adanya perbedaan jenis kelamin di dunia ini, sebagai contoh dalam keluarga bahwa ayah adalah pria dan ibu adalah wanita.
2⃣ Perkenalkan bahwa wanita memiliki aurat yang berbeda dengan pria. Beri penjelasan tentang batas aurat misal dengan memberikan contoh cara berpakaian dan cara bersikap pada keseharian saat berinteraksi di lingkungan. Orang tuapun perlu menjaga auratnya di hadapan anak-anak.
3⃣ Bila akhirnya anak bermain dengan lawan jenis dan mulai terlihat dekat, sebaiknya jangan bereaksi terlalu keras karena fitrah mereka masilah suci.

❤Pada usia 5-8 tahun, anak mulai menyadari secara penuh identitas gendernya. Mereka menjadi lebih sadar akan bentuk tubuh yang berbeda antara perempuan dan laki-laki, mulai memiliki perasaan malu terhadap lawan jenis dan menumbuhkan perasaan tabu pada beberapa istilah seksual. Karena itu, pada masa ini anak banyak bermain dengan teman sesama jenis dan banyak mempelajari peran sesuai dengan jenis kelaminnya.

❣Lalu bagaimana sebaiknya orang tua bersikap?
1⃣ Amatilah lingkungan dan pergaulan anak
Bermain dengan teman sejenis dan sebaya menjadi sangat menyenangkan bagi anak. Sifat naluriah untuk bermain peran diperoleh dari sekitar karena anak merupakan peniru ulung. Namun tetaplah pahami berbeda cara mendidik tiap keluarga menghasilkan karakter yang berbeda pada tiap anak sesuai pengaruh lingkungan dan media. 
2⃣ Jadilah sumber informasi pertama tentang pendidikan seks.
Karena rasa penasaran anak mengenai hal-hal terkait dengan seksual masih sangat tinggi, tidak jarang anak pun mulai banyak bertanya kepada orang tua mengenai hal-hal seksual. Berikanlah jawaban yang sederhana, apa adanya dan masuk di akal sehingga rasa penasaran anak terjawab dan tidak mencari jawaban dari sumber-sumber lain yang mungkin saja kurang tepat. Orang tua tidak perlu memberi jawaban dengan sangat detail, biarkan pertanyaan dan komentar anak memberitahu seberapa jauh anak ingin tahu dan siap untuk mendengar jawaban dari orang tua.
3⃣ Bila akhirnya ada kedekatan pada anak- anak yang berbeda jenis . Bagi mereka, hubungan kedekatan itu lebih didasarkan oleh teman yang mereka sering menghabiskan waktu bermain bersama, namun mereka belum memahami arti kedekatan yang sebenarnya.

❤Pada usia 8-12 tahun merupakan masa di mana anak mulai mendekati pubertas. Anak juga akan mulai mengalami kebingungan perubahan tubuh dan hormon pada saat memasuki pubertas. Mereka mulai tertutup akan masalah seksual, meskipun rasa penasaran mereka masih tetap ada.

❣Lalu bagaimana sebaiknya orang tua bersikap?
1⃣ Galilah pengetahuan mereka tentang ketertarikan akan lawan jenis.
Jika anak remaja bertanya mengenai “pacaran”, cobalah untuk terbuka (tidak menghakimi) dan bertanya pada anak mengenai bagaimana definisi ketertarikan menurut mereka, tentang cinta, kedekatan dengan lawan jenis, dan masalah seksual. Sehingga dapat membantu anak untuk memiliki rasa penerimaan diri yang lebih besar serta menjadi acuan dan arahan yang berguna untuk mereka, sehingga rasa penasaran dan perilaku anak dalam ketertarikan dapat terarah dengan baik.
2⃣ Jadilah sahabat yang paling berpengaruh besar pada hidup anak.
Beberapa anak usia ini sudah terpengaruh hubungan timbal balik terhadap lawan jenis. Namun pada usia ini mereka belum sampai pada menumbuhkan hubungan yang sangat mendalam, maka jadilah sahabat yang bijak dan segeralah untuk hentikan serta mengarahkan.
3⃣ Jangan pernah berhenti membekali ilmu agama.
Jika kita sejak dini sudah memperkuat anak-anak kita dengan pelajaran agama, maka menjelaskan tentang ketertarikan lawan jenis akan lebih mudah. Tanamkan pula bahwa cinta dalam Islam hanya terbingkai dalam kehalalan pernikahan karena Allah dengan tanggung jawab dan perencaan masa depan yang matang.

❤Beberapa cara untuk mengalihkan ketertarikan lawan jenis pada anak
1⃣ Berikan kegiatan – kegiatan  positif
Kesibukan seperti berolahraga, acara bersama keluarga atau mencarikan untuknya teman sesama jenis yang pergaulannya tidak bebas.
2⃣ Berikan waktu yang berkualitas untuk anak
Sebagai orang tua kita harus menyediakan waktu untuk anak. Karena kita perlu memahami bahwa kesendirian atau adanya waktu luang pada usia remaja akan dapat membawa anak kita memikirkan rasa suka terhadap lawan jenisnya.

❤Lalu bagaimana kalau anak adalah pihak yang disukai lawan jenis?
Bukan hal yang salah jika anak Anda berkata, ‘Iiiiih, amit-amit’ saat tahu ada teman lawan jenis yang menyukainya. Walau begitu, orang tua harus mengajarkan anak agar tidak ‘jahat’ pada temannya itu, bantulah ia menemukan cara halus dan sopan untuk menolak ‘pendekatan’ temannya. Misalnya, dengan berkata “Maaf aku tidak ingin kita bermain bersama karena aku sedang ingin  bermain dengan teman-temanku yang lain”.

🌐SUMBER:

📂http://m.voa-islam.com/news/muslimah/2011/03/17/13818/ketika-anak-mulai-mengenal-lawan-jenisnya/;
📂http://www.kharisma-woman.de/?p=145

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🙏 Islamic Parenting Community 🙏 
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🐥 twitter: @isparentingcom

🌏 web: IslamicParenting.net

IPC: MENGENAL SPECIAL NEED SIGN (AUTIS, DOWN SYNDROM)

SharingmateriIPC/75
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

📆 10 Februari 2016
📆 30 Rabiul Akhir 1437

_______________________
  
📝 Disarikan oleh : Indri Maharani
📝 Tema:

MENGENAL SPECIAL NEED SIGN (AUTIS, DOWN SYNDROM)

🐢The Nation Information Center for Children and Youth with  Disabilities (NICHCY) mengemukakan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki keunikan tersendiri dalam jenis dan karakteristiknya, yang membedakan mereka dari anak normal pada umumnya.

🐢 Anak berkebutuhan khusus merupakan istilah terbaru yang digunakan dan merupakan terjemahan dari “children with special needs” yang telah digunakan secara luas di dunia internasional. Ada beberapa istilah lain yang pernah digunakan diantaranya anak cacat, anak tuna, anak berkelainan, anak menyimpang, dan anak luar biasa. Namun suatu istilah yang berkembang secara luas dan telah digunakan saat ini adalah Difabel (Diference Ability).

🐢Jenis-jenis anak berkebutuhan khusus :
1⃣ Kelainan fisik
2⃣ Kelainan emosi
3⃣ Kelainan mental
🔹Berkesulitan belajar spesifik = memiliki kapasitas intelektual normal ke atas namun pretasi belajar rendah pada bidang akademik tertentu.
🔹Mental tinggi = memiliki kemampuan diatas rerata normal,signifikan memiliki kreativitas dan tanggung jawab terhadap tugas
🔹Mental rendah = dibagi menjadi dua kelompok. Anak lamban belajar (slow learners) dengan IQ 70-90 dan Anak dengan IQ dibawah 70 atau dikenal dengan “ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS”

🐢🐛 AUTISM 🐢🐛

🐢 Autism bukan penyakit namun gangguan pada tumbuh kembang anak yang meliputi gangguan komunikasi, sosialisasi, interaksi, gangguan gerakan dan bicara yang sering diucapkan berulang ulang.

🐢 Secara umum lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibanding wanita dengan perbandingan 4:1, hal ini dikarenakan hormone testosterone yang dimiliki laki-laki tidak menetralisis autis seperti hormone esterogen pada wanita.

🐢 Autism terjadi akibat interaksi antara faktor genetic atau teratogen (hal-hal yang menyebabkan kecacatan janin seperti rokok, alkohol, atau obat-obatan yang dikonsumsi ibu tanpa resep dokter) dan paparan negatif lingkungan (logam berat)

🐢 Standar Internasional yang dipakai di seluruh dunia untuk memeriksa apakah anak menderita autis atau tidak adalah ICD-10 (International Classification of Diseases) 1993 dan DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual) 1994.  Berikut deteksi dini autis pada bayi :
🐛 Usia 2-12 bulan
🔹Tidak menoleh/ cuek  saat dipanggil
🔹Tidak senyum saat diajak bercanda
🔹Tidak mau bertatap mata
🔹Tidak bisa tertawa atau membuat ekspresi gembira lain
🔹Usia 9 bulan belum mengoceh
🔹Menikmati kesendirian
🔹Sering mengulang gerakan (misal : menggaguk – anggukan kepala terus)
🔹Tubuh tiba-tiba kaku saat mau digendong
🔹Badan loyo tak bertenaga
🔹Susah diberi makan bertekstur kasar
🔹Pencernaan bemasalah, susah makan, minum maupun disusui
🐛 Usia 13-36 bulan
🔹Belum bisa mengucap kata
🔹Tidak mempunyai minat terhadap sesuatu
🔹Belum bisa mengucap lebih dari satu kata
🔹Gangguan pendengaran seperti tuli
🔹Susah bakan tidak tertarik bermain dengan orang lain
🔹Bermasalah mengungkap kata dan berkomunikasi
🐛 Usia 37-60 bulan
🔹Bermain dengan cara tidak umum (misal : bermain mobil hanya rodanya saja)
🔹Susah diam, susah konsentrasi dan memusatkan perhatian
🔹Tertarik pada gerakan benda yang tetap (monoton/konstan)
🔹Tidak dapat mengerjakan perintah walaupun sederhana
🔹Cara berjalan kadang berjinjit
🔹Memilih lauk yang monoton untuk makan

🐢🐛 DOWN SYNDROM 🐢🐛

🐢Down Syndrom adalah jenis gangguan kesehatan mental dan fisik sejak bayi masih dalam kandungan yang disebabkan kelainan genetik. Secara normal tubuh manusia mempunyai 46 kromosom yang berasal dari 23 kromosom ayah dan 23 dari 23 kromosom ibu.  Khusus pada kasus down syndrome, terdapat 47 kromosom dimana kromosom no 21 gagal membelah diri menjadi  tiga kromosom, atau dalam istilah kedokteran disebut trisomy 21.

🐢 Penyebab kegagalan pembelahan sel no 21 disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor keturunan, pola hidup dan pola makan tak sehat, gaya hidup dan efek radikal bebas.

🐢 Down syndrome memberikan gambaran fisik yang sangat khas pada anak dimanapun daerah mereka tinggal dan mudah dikenali, contohnya memiliki bentuk muka dari mata, hidung dan mulut yang sama.Serta diiringi kesulitan komunikasi dan interaksi.  

🐢 Cara deteksi dini dapat dilakukan saat bayi masih dalam kandungan, antara lain :
1⃣ Tes Skrining USG dilakukan pada minggu 11-13 dengan melihat ada tidaknya tulang hidung pada janin, jika normal tulang hidung akan tampak pada skrining
2⃣ Tes darah AFP (Alpha-Fetoprotein) dilakukan pada minggu 16-17 untuk mengetahui kadar hormone estradiol (hormone seks) di aliran darah. Jika kadar tinggi, janin menderita kelainan sistem tabung saraf.
3⃣ Chorionic Villus Sampling (CVS) dilakukan pada minggu 10-12 dan selambatnya pada minggu 13 untuk memeriksa ada tidaknya kelainan kromosom seperti pada kasus down syndrom ini.
4⃣ Aminiosentesis dengan mengambil air ketuban untuk diperika di laboratorium dengan tujuan memperoleh data kelainan bawaan dan kelainan genetic pada janin.

🐢 Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus :
1⃣ Jangan menyangkal keadaan, pahamilah jika anak berbeda. Anak memerlukan penanganan yang tepat, segeralah bertemu para pakar dan bergabunglah dengan komunitas orang tua dengan anak-anak yang memiliki gangguan tumbuh kembang untuk menggali kelebihan anak secara optimal
2⃣ Perkaya ilmu tentang berbagai hal anak berkebutuhan khusus seperti penyebab, gejala, penanganan, dll. Lalu pantaulah perkembangan anak
3⃣ Rajin-rajinlah mencari berbagai pakar, mulai dari psikolog, psikiater, terapis,dll. Carilah pakar yang masih mengajar atau rajin mengikuti seminar ilmiah sehingga memiliki informai terkini.
4⃣ Perhatikan diet anak, pahami apa makanan pantangan yang mungkin mengakibatkan alergi serta jaga asupan makan anak dengan baik.

SUMBER:
©http://www.kidymoms.com/2015/06/deteksi-dini-penyakit-down-syndrome.html
©http://www.kidymoms.com/2015/07/cara-baru-mengenali-gejala-autisme-anak.html
©http://www.kidymoms.com/2015/07/cara-memahami-perbedaan-autism-down-syndrome.html
©http://www.parenting.co.id/dunia-mama/penting+diketahui+orang+tua+anak+autis.html
©http://pendidikanabk.blogspot.co.id/2011/10/definisi-anak-berkebutuhan-khusus.html

📚Divisi Program IPC ✏

💞〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🙏 Islamic Parenting Community 🙏 
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💞

📌 fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

📷 Instagram: @islamicparenting

🐥 twitter: @isparentingcom

🌏 web: IslamicParenting.net

by Ina Ummu Umar