Ketika Kaki Mungil Itu Mulai Melangkah

Kaki itu begitu mungil. Kadang terkesan begitu ringkih, Tapi walau mungil kaki itu selalu lincah, malah bisa dibilang tidak bisa diam. Usia 9 bulan kaki itu mulai bisa berdiri tegak sambil berpegangan pada orang atau benda di sekitarnya. Usia 10 bulan kaki itu pun sudah mampu berdiri kokoh tanpa pegangan, walau kadang bergetar dan tersungkur karena hilang keseimbangan.

Usia 11 bulan kaki itu mulai tertatih satu dua langkah. Langkah awal dari perjalanan kehidupannya yang insyaAllah masih panjang. Semakin hari langkahnya semakin banyak meski baru berani melangkah di tempat tidur. Sesekali terjatuh karena ingin cepat sampai tujuan, tapi tak masalah. Enjoy your time, Son. Tidak perlu terburu-buru.

Mendekati 12 bulan, lantai pun mulai dipijaknya. Masih harus dituntun memang, tapi -sekali lagi- tak masalah. Kaki mungil itu mungkin perlu waktu untuk meyakinkan dirinya bahwa dia bisa. Bahwa lantai juga tempat yang aman untuk berjalan. Bahwa ada Ummi dan Abinya yang insyaAllah akan selalu melindunginya.

Alhamdulillah, di usia 12 bulan lebih satu minggu, kaki mungil itu menunjukkan pada dunia kalau dia sudah siap melangkah sendiri. Tanpa sandaran, tanpa pegangan, tanpa perlu dituntun. Melihat proses itu saya jadi terharu. Umar kini sudah besar. Sudah bisa berjalan sendiri.

Perlahan tapi pasti, ketergantungannya pada saya mulai hilang berganti dengan kemandirian. Ada terselip sedih sebenarnya. Kini Umar bisa jalan kesana kemari sendiri, bisa bermain bola sendiri. Bagaimana kalau nanti Umar sudah bisa melakukan semua sendiri dan tidak butuh saya lagi? #edisilebay 😁

Karena itu, saya akan berusaha semampu saya untuk selalu ada saat Umar membutuhkan saya. Mumpung masih ada yang Umar butuh dari saya. Enjoy the moment, karena anak tumbuh begitu cepat tanpa kita sadari.

by Ina Ummu Umar